• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

Ini Syarat Bagi Warga di Arab Saudi yang Ingin Berhaji



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Arab Saudi telah memutuskan membatasi jumlah jamaah haji menjadi hanya 10 ribu orang saja. Itu pun mereka yang bisa melaksanakan ibadah haji adalah warga Arab Saudi dan warga ekspatriat di tanah suci. 

Salah satu warga Indonesia yang tinggal di Arab Saudi, Ahmad Firdaus menjelaskan pascakebijakan yang diambil otoritas Arab Saudi, terdapat sejumlah aturan bagi warga yang ingin mengikuti pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Dari informasi yang diperoleh, Ahmad menjelaskan pemerintah Arab Saudi memperbolehkan ibadah haji dilaksanakan hanya bagi warga Arab Saudi di sekitar Makkah dan Madinah.

"Untuk haji boleh hanya bagi orang sekitar Makkah dan Madinah. Dan itu pun ada syaratnya," kata Ahmad kepada Republika.co.id, Selasa (30/6). 

Ia menjelaskan setiap orang yang akan melaksanakan ibadah haji harus membayar biaya pendaftaran haji minimal sebesar seribu riyal per orang. Selain itu warga yang mendaftar tahun ini harus dalam kondisi sehat. 

Selain itu, Ahmad menjelaskan terdapat peraturan dari otoritas Arab Saudi bahwa warga yang boleh berhaji adalah warga yang belum pernah sama sekali melaksanakan ibadah haji. Pemerintah Arab Saudi juga melarang orang lanjut usia dan anak mengikuti pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

"Kalau untuk WNI sama juga syaratnya. Haji tahun ini memang sangat sulit oleh pemerintah di sini, mengingat kondisi disebabkan virus yang masih sekarang ini. Jadi sulit untuk berhaji," katanya.

Ahmad mengungkapkan kondisi di kota dua suci, Makkah dan Madinah sampai saat ini masih normal seperti hari-hari sebelumnya. Begitu pun dengan Masjid Nabawi yang tetap dibuka untuk sholat berjamaah. 

Namun, Masjidil Haram belum dibuka untuk sholat berjamaah atau hanya terbatas bagi petugas Masjidil Haram saja. Ahmad mengatakan kondisi pasar dan fasilitas umum lainnya juga normal seperti biasanya. 
Share:

Pengajuan Pengembalian Dana Haji Hingga 31 Juli 2020

Ingat, Pengajuan Pengembalian Dana Haji Hingga 31 Juli 2020


REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas mengingatkan calon jamaah haji pengajuan permohonan pengembalian dana pelunasan biaya perjalanan haji harus disampaikan sebelum 31 Juli 2020.

"Bagi para calon jamaah  haji yang ingin melakukan pengajuan permohonan pengembalian setoran lunas biaya penyelenggaraan ibadah haji diingatkan melakukan sebelum batas akhir 31 Juli 2020," kata Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kemenag Banyumas Purwanto Hendro Puspito, Selasa (30/6).

"Sementara sampai saat ini sudah ada 11 calon jamaah haji yang telah mengajukan pengembalian setoran lunas BPIH," katanya.

Menurut dia, pengajuan permohonan pengembalian setoran lunas biaya perjalanan haji dari ke-11 orang tersebut telah tercatat di Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat). Hendro mengatakan Kemenag masih terus menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai tata cara dan batas waktu pengajuan permohonan pengembalian dana pelunasan biaya haji menyusul keputusan pemerintah membatalkan pemberangkatan jamaah haji ke Tanah Suci 2020.

Ia menjelaskan Kemenag akan mendistribusikan buku manasik kepada jamaah calon haji pada Juli 2020. "Meskipun jadwal keberangkatan calon jamaah haji tahun ini ditunda karena pandemi Covid-19 namun buku dibagikan agar dapat dibaca-baca oleh calon haji, dihafalkan tuntunannya maupun doa-doanya agar makin dapat memahami terkait tuntunan manasik. Teknis pendistribusian kepada seluruh calon haji masih kami bahas dan kaji lebih lanjut bersama pihak terkait," katanya.

Sumber : www.ihrom.co.id
Share:

Berkah yang Tersembunyi di Balik Pembatalan Haji

Foto: Gerbang steril canggih untuk masuk ke Masjidil Haram.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pengumuman Kerajaan Arab Saudi yang menyebut pelaksanaan haji akan dilakukan terbatas hanya bagi mereka yang tinggal di wilayah tersebut membawa emosi yang campur aduk.

Ibadah Haji adalah pengalaman spiritual yang luar biasa bagi begitu banyak Muslim yang taat. Ziarah ke Makkah ini setiap tahunnya dihadiri oleh 2,5 juta orang dengan kegiatan keagamaan yang berlangsung satu minggu penuh.
Seorang dokter yang berada di garis depan National Health Service (NHS) UK dan berpengalaman menjadi relawan medis haji reguler menyebut peluang unik ini termasuk hal yang memilukan. Mohammedabbas Khaki, nama dokter tersebut, mengatakan ia tidak hanya melihat kehancuran yang dibawa Covid-19, tapi juga merasakan bagaimana wabah haji bisa menjadi bencana besar.
"Meski telah diberkati dengan kesempatan untuk mengikuti haji secara teratur, saya masih bersemangat untuk kembali pada tahun berikutnya," ujar Khaki dilansir di Independent, Selasa (30/6).
Ibadah haji baginya selalu menjadi pengalaman yang mengangkat spiritualitasnya. Bertemu sesama peziarah dari seluruh dunia, mengenakan jubah putih yang menjadi simbol kerendahan hati, serta melakukan ritual yang sama dalam pertunjukan besar persatuan, merupakan hal yang tak bisa dilewatkan.
Namun, di situlah letak permasalahnya. Dengan hadirnya jamaah dari seluruh penjuru dunia, berdampingan dan menghirup udara yang sama di tempat-tempat yang tertutup rapat, seorang peziarah yang membawa Covid-19 akan menjadi resep sukses datangnya bencana.
Khaki menyebut selain membawa rasa yang menggembirakan dan membangkitkan semangat, ibadah haji juga membawa tantangan. Jadwal yang melelahkan, kurang tidur, serta jarak yang dekat dengan  begitu banyak peziarah dari seluruh dunia memberikan semburan yang sempurna untuk menularkan infeksi virus.
"Batuk haji" merupakan infeksi saluran pernapasan bagian atas yang kering. Infeksi ini diakibatkan penyebaran banyak virus dari lokasi berbeda di seluruh dunia. Hal ini merupakan fenomena nyata.
"Saya sering meresepkan beberapa dosis antibiotik dengan dosis kuat dan meminta jamaah istirahat total. Bahkan, terkadang ini tidak cukup. Beberapa pasien memerlukan rawat inap, ventilasi yang baik dan pemantauan ketat," lanjutnya.
Bagi petugas medis, ia menyebut pelaksanaan haji merupakan waktu yang sangat sibuk di saat-saat terbaik. Saudi telah melakukan upaya luar biasa untuk memfasilitasi peziarah, meski dalam kenyataannya masih sangat menantang.
Menunggu ambulan tiba seringnya menjadi hal yang sia-sia. Lebih dari sekali Khaki menyebut ia harus menavigasi kerumunan puluhan ribu orang untuk membawa satu jamaah yang sakit kritis ke fasilitas darurat terdekat.
Fasilitas-fasilitas ini juga sering kewalahan. Banyak kelompok tidak memiliki dukungan medis dan sangat bergantung pada layanan lokal untuk membantu para peziarah yang lanjut usia atau sakit parah yang jatuh sakit.
Di luar Kawasan Suci, Haji juga merupakan urusan sosial yang besar. Kesempatan untuk bertemu dan menghabiskan waktu dengan saudara-saudari seiman dari seluruh dunia adalah waktu yang istimewa. Sementara menghadirkan Covid-19 dalam skenario ini bukan hal yang tepat untuk dipikirkan.
"Itu sebabnya, setelah hampir satu dekade sebagai dokter sukarela merawat 150 kelompok dan berpartisipasi dalam kamp untuk 50.000 hingga 60.000 peziarah selama masa tersibuk, saya merasa sedih untuk mengatakan pembatasan haji tahun ini adalah keputusan yang tepat," kata Khaki.
Bagi 2,5 juta jamaah, ibadah haji lebih dari sebuah kewajiban. Ziarah ini membawa pengalaman yang sangat emosional, membangkitkan semangat dan transformatif, mewakili puncak spiritual dari iman mereka.
Sangat disayangkan, untuk tahun ini banyak umat Muslim yang melewatkan pengalaman tersebut. Namun perlu diperhatikan jika Arab Saudi saat ini menjadi salah satu negara dengan wabah Covid-19 terbesar di Timur Tengah.
Lebih dari 161.000 kasus dinyatakan positif infeksi dengan lebih dari 1.300 kematian. Kondisi ini menggoda hadirnya potensi penyebaran global.
Membatasi jumlah jamaah haji juga masuk akal untuk sejumlah alasan logistik. Upaya yang perlu dilakukan organisasi sangat besar, termasuk langkah-langkah untuk melindungi jamaah atas Covid-19. Pelaksanaan haji 2020 tahun ini sangat sulit.
Dengan hadirnya hampir semua warga negara, peluang haji menjadi pusat infeksi global Covid-19 akan sangat besar. Langkah-langkah ketat harus diambil oleh negara-negara untuk mencegah penyebaran wabah dan bencana hubungan masyarakat yang potensial.
Dalam posisi berimbang, pembatasan haji tampaknya menjadi solusi yang dapat diterima semua pihak terkait.  Dan pada akhirnya, kebijaksanaan Nabi Muhammad SAW telah memberi penghiburan bagi banyak Muslim.
Ada satu nasihat-Nya yang diingat dan dibagikan secara luas pada saat ini, "Jika Anda mendengar wabah wabah di suatu negeri, jangan memasukinya, tetapi jika wabah itu pecah di suatu tempat ketika Anda berada di dalamnya, jangan tinggalkan tempat itu".
Terakhir, Khaki menyebut mematuhi panggilan Nabi Muhammad SAW untuk naik haji 1400 tahun yang lalu adalah prioritas. Namun dalam kondisi saat ini, nasihatnya tentang kesehatan dan keselamatan sama pentingnya. 
Sumber: https://www.independent.co.uk/voices/hajj-cancelled-saudi-arabia-mecca-pilgrimage-coronavirus-outbreak-a9591031.html
Share:

Komisi VIII Khawatir WNI di Arab Saudi tak Bisa Ikut Haji

Komisi VIII Khawatir WNI di Arab Saudi tak Bisa Ikut Haji

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto keminta Kementerian Agama (Kemenag) merevisi Keputusan Menteri Agama (KMA) nomor 494 tahun 2020 tentang pembatalan keberangkatan jamaah haji. Tujuannya agar WNI yang telah berada di kerajaan Arab Saudi dapat menunaikan haji tahun ini.
Baca Juga
Yandri merasa khawatir jika KMA tak revisi maka bisa saja Arab Saudi menolak WNI disana melaksanakan haji. Sebab para WNI tak mengantungi izin dari negaranya sendiri. Dalam KMA 494/2020 disebutkan WNI dilarang melakukan ibadah haji.
"Takutnya ditolak Arab Saudi karena pemerintah kita nolak," kata Yandri pada Republika.co.id, Kamis (29/6).
Yandri mengingatkan Kemenag untuk membantu WNI di Arab Saudi agar bisa ikut ibadah haji. Para WNI tersebut memenuhi syarat haji terbatas karena telah berada di Saudi.
Infografis Protokol Pelaksanaan Haji Arab Saudi - (Republika.co.id)
"WNI yang di Arab Saudi mau haji harus diatur. Waktu raker sudah disinggung tolong diperhatikan WNI yang mau haji disana misal di Jeddah, Thaif. Karena kalau nggak diizinkan disini maka Arab Saudi nggak menerima. Harus difasilitasi dari kedutaan dan perlu diatur Kemenag," ujar Yandri.
Sayangnya Yandri belum menerima informasi perihal jumlah WNI di Arab Saudi yang bisa ikut ibadah haji. Namun diantaranya ialah para pekerja kedutaan Indonesia di Arab Saudi.
"Belum ada estimasi jumlahnya. Tunggu data Kemenag," ujar Yandri.
Yandri memperkirakan keputusan jadi atau tidaknya revisi KMA diumumkan pekan depan oleh Kemenag ketika rapat kerja lagi di DPR. "Mereka (Kemenag) lagi bekerja. Nanti ada rapat lagi minggu depan membahas ini," ucapnya.
Sebelumnya, Arab Saudi memutuskan mengadakan haji terbatas tahun ini. Mereka yang bisa berhaji ialah para warga Arab Saudi dan WNA yang bermukim di sana. Nantinya mereka wajib mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 ketika melaksanakan haji. 
Share:

Haji Sangat Dibatasi, Ini Dampaknya Buat Arab Saudi?

pembatasan jamaah haji 2020

REPUBLIKA.CO.ID, Perputaran uang dalam proses ibadah haji dan umrah memberi kontribusi penting buat ekonomi Arab Saudi. Pembatasan jamaah haji tahun ini hanya boleh pemukim Saudi diprediksi berpengaruh pada pendapatan dan ekonomi negara.
Seperti diketahui tiap jamaah haji bisa menghabiskan ribuan dolar AS untuk menunaikan ibadah sekali seumur hidup itu.
Pengeluaran jamaah haji mencakup konsumsi, visa, transportasi, oleh-oleh. Jika ribuan dolar dikalikan sekitar 1,8 juta jamaah haji per tahun maka angkanya sungguh luar biasa.


"Restoran, agen wisata, maskapai, perusahaan ponsel dan negara (Saudi) mendapat dana besar selama haji," kata aktivis muda Arab Ahmed Maher dilansir dari BBC pada Sabtu, (27/6).



Kemudian kantor berita Reuters memperkirakan pendapatan Saudi dari penyelenggaraan haji dan umrah per tahun sekitar 12 miliar dolar AS. Jumlah itu ternyata merupakan 20 persen dari PDB Saudi.



"Keputusan (pembatasan haji) itu sungguh sebuah berita besar. Ini akan mengendorkan ekonomi lokal," ujar Simon Henderson selaku pengamat Arab Saudi dari Washington Institute for Near East Policy.



Henderson menduga dampak ekonomi karena pembatasan jamaah haji akan sangat dirasakan di Jeddah. Kota tersebut terkenal dan berkembang berkat posisinya sebagai penerima tamu sekaligus pelayan jamaah haji.



"Secara tradisi dan sejarah, kesejahteraan Jeddah bergantung pada jamaah haji. Kali ini warga disana tak bisa bergantung pada itu lagi," ucap Henderson.



Saudi sudah mencabut jam malam yang berlaku nasional pada 21 Juni. Itu berarti warga disana bisa beraktivitas lagi hingga malam hari. Walau demikian, ada 150 ribu kasus Covid-19 yang terus bertambah di Saudi. Dari jumlah itu, 1.400 orang meninggal dunia.
Share:

Postingan Populer

Label

Arsip Blog

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Sample Text

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.