• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

Tips Memilih Biro Travel Perjalanan Umroh

Tips Memilih Biro Travel Perjalanan  Umroh

Walaupun umroh tidak menggugurkan kewajiban untuk naik haji, tapi susah dan ruwetnya kepengurusan haji saat ini menjadikan umroh bagi sebagian orang sebagai pilihan.

Bayangkan saja, jika kita mendaftar untuk berangkat haji saat ini, baru bisa berangkat enam atau sepuluh tahun mendatang.

Ada kalanya bagi yang sudah lanjut usia dan khawatir tidak ‘panjang umur’ untuk menunggu selam itu adalah perkara sulit. Maka mereka memilih umroh. Selain biaya yang ringan, pengurusannya cepat dan mudah dibanding haji.

Nah, bagi yang ingin berangkat umroh, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dan mungkin berguna.

Memilih biro perjalanan umroh selain melalui iklan-iklan yang ada di surat kabar, yang paling bagus adalah dari rekomendasi orang lain. Mungkin ada saudara, teman, atau keluarga yang sudah pulang umroh dan puas dengan pelayanan travelnya. Tentu saja kita ingin mendapatkan pelayanan dari biro travel umroh yang nyaman dan aman, agar tidak mengganggu kekhusyukan kita beribadah.

Pada umumnya biaya biro perjalanan umroh reguler (tanpa ada tambahan tur ke negara lain) selama 9-10 hari biasanya sebesar USD 1,400 sampai dengan USD 2,000. Ada juga beberapa biro perjalanan umroh yang menawarkan kurang dari USD 1,400 atau lebih dari USD 2,000. Kalau kita rupiahkan sekitar Rp 12.728.800 sampai dengan Rp 18.184.000 (kurs 8 Maret 2012, Rp 9.092)

Sementara bagi yang ingin umroh plus (tour ke negara lain) maka biasanya di kisaran USD 2,000 – USD 4,000. Sebenarnya, tergantung negara yang dituju. Biasanya negara yang ditawarkan yaitu Mesir, Dubai, Suriah.

Bahkan ada juga biro perjalanan umroh yang menawarkan ke Masjid Al-Aqsha di Palestina. Mengingat hadist Rasulullah SAW, “Tidak disunahkan berziarah ke masjid kecuali ke tiga masjid; Masjidil Haram (Makkah), Masjid Nabawi (Madinah), dan Masjidil Aqsha (Palestina).”

Semakin mahal biayanya, berarti semakin bagus fasilitasnya. Apa maskapai yang digunakan, apa hotel yang digunakan, berapa jarak dari masjid. Semakin dekat jarak antara hotel dengan masjid, tentu semakin mahal pula harganya.

Hotel yang terkenal di Makkah seperti Zamzam Tower, El Tawheed dan Hilton. Zamzam Tower yang baru dibangun merupakan hotel bintang lima dengan bangunan yang sangat megah. Di komplek Zamzam Tower jualah terletak jam besar yang mirip Big Ben di London.

Mau didampingi ustadz atau artis? Tentu saja ada. Beberapa biro perjalanan memang sudah terbiasa mengajak ustadz tertentu untuk mendampingi jamaahnya. Sebut saja seperti Ustadz Jefry Al Buchory, Arifin Ilham, Aa Gym, Ary Ginanjar ada juga dengan artis seperti Syahrul Gunawan atau yang lainnya. Biayanya memang jadi lebih mahal dibanding umroh biasa tanpa ustadz terkenal.

Namun, tentu saja ibadah umroh bukanlah perjalanan rekreasi apalagi hura-hura. Tidak mesti harus bersama artis atau idola kita, tapi yang menjadi fokus utama adalah kekhusyukan kita beribadah.

Sumber: Jurnal Haji Republika
Share:

Bagaimanakah Hukum Badal Haji ?





Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pak Ustadz yang saya hormati, bagaimana sebenarnya hukum badal haji? Karena dari beberapa orang ustad di masjid tempat saya ngaji memberikan pendapat yang berbeda-beda mengenai hal tersebut. Satu pihak menyatakan boleh dan sah berdasarkan hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari & Muslim. Sementara pihak yang lain menyatakan seseorang tidak memperoleh pahala atau amalan kecuali yang diusahakannya berdasarkan ayat Al-Qur'an surah AnNajm 39, Yasin 54 dan AnNisa 123 serta syarat wajib haji yang di antaranya ada syarat istita'ah (mampu fisik dan harta) sehingga gugur kewajiban seorang muslim utk haji jika syarat tersebut tidak terpenuhi apalagi jika orang tersebut sudah meninggal. Pihak yang lain lagi, yang sepertinya hendak mengambil jalan tengah menyatakan bahwa kewajiban badal hanya untuk wasiat orang meninggal dan itu hanya untuk menggugurkan kewajiban harta si mati saja bukan serta merta menjadikan si mati seorang haji karena unsur ibadah fisiknya tidak terpenuhi.
Menurut pak Ustadz mana yang paling tepat di antara ketiganya? Terimakasih.

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

jawaban

Assalamu `alaikum warahmatullahi wabaraktuh
 
Badal haji adalah Istilah yang lebih sering digunakan dalam kitab-kitab fiqih adalah al-hajju 'anil ghair, yaitu berhaji untuk orang lain. Ibadah Haji dikerjakan dengan baik  namun diniatkan agar nilai pahalanya diberikan kepada orang lain, baik yang masih hidup namun tidak mampu pergi maupun yang sudah wafat.
Tentunya tindakan badal haji ini berdasarkan praktek yang dikerjakan oleh para shahabat nabi dan direkomendasikan langsung oleh beliau SAW.

Dari Ibnu Abbas ra bahwa seorang wanita dari Juhainnah datang kepada Nabi SAW dan bertanya:Ya Rasulullah, Sesungguhnya ibuku nadzar untuk hajji, namun belum terlaksana sampai ia meninggal, apakah saya harus melakukah haji untuknya?" Rasulullah SAW menjawab, "Ya, bagaimana pendapatmu kalau ibumu mempunyai hutang, apakah kamu membayarnya? Bayarlah hutang Allah, karena hutang Allah lebih berhak untuk dibayar." (HR Bukhari).

Hadits yang sahih ini menjelaskan bahwa seseorang boleh melakukan ibadah haji, namun bukan untuk dirinya melainkan untuk orang lain. Dalam hal ini untuk ibunya yang sudah meninggal dunia dan belum sempat melakukan ibadah haji.

Di dalam hadits yang lain, disebutkan ada seseorang yang berhaji untuk ayahnya. Kali ini ayahnya masih hidup, namun kondisinya tidak memungkinkan untuk melakukan ibadah haji. Maka orang itu mendatangi Rasulullah SAW untuk meminta fatwa.
Seorang wanita dari Khats`am bertanya, Ya Rasulullah, sesungguhnya Allah mewajibkan hamba-nya untuk pergi haji, namun ayahku seorang tua yang lemah yang tidak mampu tegak di atas kendaraannya, bolehkah aku pergi haji untuknya?. Rasulullah SAW menjawab, Ya. (HR Jamaah). 

Pendapat Para Ulama
Dengan adanya dalil-dalil di atas, maka kebolehan melakukan haji untuk orang lain ini didukung oleh jumhur ulama. Di antaranya adalah Ibnul Mubarak, Al-Imam Asy-Syafi`i, Al-Imam Abu Hanifah dan Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahumullah.

Syarat Harus Sudah Haji
Al-hajju anil ghair mensyaratkan bahwa orang yang melakukan badal haji itu harus sudah menunaikan ibadah haji terlebih dahulu, karena itu merupakan kewaiban tiap muslim yang mampu. Setelah kewajibannya sudah tunai dilaksanakan, bolehlah dia melakukan haji sunnah atau pergi haji yang diniatkan untuk orang lain.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah SAW mendengar seseorang bertalbiyah, "Labbaikallhumma 'an Syubrumah." Rasulullah SAW bertanya, "Siapakah Syubrumah?" Dia menjawab, "Saudara saya." "Apakah kam sendiri sudah melaksanakan ibadah haji?" "Belum." Rasulullah SAW bersabda, "Jadikan haji ini adalah haji untukmu terebih dahulu. Baru nanti (haji tahun depan) kamu boleh berhaji untuk Syubrumah." (HR )

Dalam hal ini tidak disyaratkan badal haji apakah harus orang tua sendiri atau bukan, juga tidak disyaratkan harus sama jenis kelaminnya. Juga tidak disyaratkan harus sudah meninggal.
Tentunya baik dan buruknya kualitas ibadah itu akan berpengaruh kepada nilai dan pahala disisi Allah SWT. Dan bila diniatkan haji itu untuk orang lain, tentu saja apa yang diterima oleh orang lain itu sesuai dengan amal yang dilakukannya.

Adapun amalan selama mengerjakan haji tapi di luar ritual ibadah haji, apakah otomatis disampaikan kepada yang diniatkan atau tidak, tentu kembali masalahnya kepada niat awalnya. Bila niatnya semata-mata membadalkan ibadah haji, maka yang sampai pahalanya semata-mata pahala ibadah haji saja. Sedangkan amalan lainnya di luar ibadah haji, maka tentu tidak sampai sebagaimana niatnya.

Sebaliknya, bila yang bersangkutan sejak awal berniat untuk melimpahkan pahala ibadah lainnya seperti baca Al-Quran, zikir, umrah dan lainnya kepada yang diniatkannya, ada pendapat yang mengatakan bisa tersampaikan.

Wallahu a'lam bishshawab, Wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ahmad Sarwat, Lc


============

Artikel Terkait:

 
Share:

Umroh Ramadhan Murah 2014


Umroh Ramadhan Murah 2014
Umroh Ramadhan 2014
UMROH RAMADHAN MURAH 2014

Dari riwayat Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

فَإِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فَاعْتَمِرِي فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً
“Kalau bulan Ramadhan telah tiba, maka tunaikanlah umrah, sebab umrah di bulan Ramadhan menyamai ibadah haji.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)




PAKET RAMADHAN EKONOMIS : 
 Untuk Informasi dan Pendaftaran Umroh Ramadhan Murah 2014
Hubungi : 021-33114048 atau 087884412164


Pada Semua Paket Harga Termasuk
1. Visa Umrah
2. Tiket pesawat pp kelas ekonomi
3. Transportasi & akomodasi di Tanah suci (Bus AC)
4. Manasik umrah & 
5. Air Zam-zam 10 Ltr

Harga Belum Termasuk
1. Airtport tax dan Handling  dan PerlengkapanJakarta Rp.950.000,-
2. Biaya suntik vaksin meningitis Rp. 300.000,-
3. Pengeluaran pribadi seperti: Loundry, telepon, kursi roda.


PERSYARATAN :
1. Passport Asli masih berlaku 7 bulan
2. Nama di Passport 3 suku kata (tidak termasuk kata bin/binti/syech/)
3. Pas Photo 4x6 (Backgroud putih & wajah 80%)
4. Copy KTP
5. KK Asli bagi suami-istri atau membawa anak
6. Akte Kelahiran asli
7. Bagi wanita di bawah 45 tahun wajib menyertakan Mahram
8. Menyertakan Kartu Kesehatan dari Depkes dan bukti suntik meningitis
9. DP $1000  saat pendaftaran / membayar full 1 bulan sebelum keberangkatan.



**********
Tersedia Paket Umroh Ramadhan 2014.


Info Terkait :
Berbuka Puasa saat Umroh Ramadhan
Persiapan Keberangkatan Umroh Ramadhan
Menata Barang saat Akan Berangkat Umroh
Tips Perjalanan Umroh Ramadhan
Barang-barang Yang Wajib dibawa Saat Umroh
Share:

Hikmah Perjalanan Ibadah Haji (Bagian 4)



41. MENDIDIK MANUSIA UNTUK MENCINTAI SELURUH NABI -alaihimus salam-, hal ini tampak dari :

* Pemenuhan panggilannya Nabi Ibrahim ketika memanggil manusia untuk melaksanakan ibadah haji. * Menziarahi ka'bah yang dibangun olehnya bersama Ismail. * Dan sa'i di jalannya siti hajar ketika mencarikan air untuk Isma'il.

42. MENDIDIK MANUSIA UNTUK MENJALANKAN MACAM-MACAM IBADAH, seperti: Thowaf, sa'i, sholat, mabit, melempar, menyembelih, tahallul, dll. Sehingga seorang muslim terdidik untuk tidak hanya terpaku dalam satu macam ibadah saja, tapi menjadikan agar ibadahnya bervariasi dan merasakan nikmatnya melakukan ibadah.

43. MENDIDIK MANUSIA UNTUK MENGAGUNGKAN ALLAH,

44. MENDIDIK MANUSIA UNTUK MENCINTAI ALLAH SWT.
     Siapapun yang mau merenungi pemandangan jutaan jama'ah ibadah haji, dan merenungi bagaimana Allah memberi mereka rizki, mengatur, menjaga, dan menanggung kebutuhan mereka, ini akan menuntunnya untuk mencintai-Nya. Dengan ini dan poin sebelum ini, akan terkumpul kecintaan dan pengagungan pada Allah, dan inilah hakekat dari ibadah.

45. MENDIDIK MANUSIA UNTUK MENGETAHUI JASA Nabi -shollallohu alaihi wasallam- dan para sahabatnya -rodliallohu anhum- dalam menyebarkan agama ke seluruh penjuru dunia. Ketika anda merenungi jumlah jama'ah haji yang sangat besar itu, mereka memiliki daerah, warna, dan bahasa yang beragam, tentu anda akan tahu jasa para pendahulu dalam menyebarkan agama Alloh ini. Lihatlah bagaimana ia bisa sampai ke negara-negara Asia Timur, Afrika, bahkan Eropa. Semoga Alloh membalas mereka dengan balasan yang paling baik atas tugas berat yang diembannya dengan sebaik-baiknya, dan semoga Allah mengampuni kita atas kekurangan kita dalam meneruskannya, dan kita memohon kepada Allah SWT agar membantu kita dalam urusan ini.

46. MENDIDIK MANUSIA

47. MENDIDIK MANUSIA AGAR MERASAKAN PENGARUH IBADAH DALAM KEHIDUPAN INI. Meski dengan banyaknya jama'ah haji, adanya keramaian, berdesakan, berat, dan lelah, tetap saja jiwa orang-orang itu lembut, dan jarang terjadi masalah, suara tinggi, dan saling marah. Sebabnya adalah -wallohu a'lam-, karena ibadah yang sedang mereka lakukan, mempengaruhi keadaan jiwa mereka, hingga merubahnya menjadi jiwa yang tinggi, yang tidak peduli dengan hal-hal yang remeh.

Beda halnya dengan pemandangan di pasar misalnya, banyak sekali terjadi jeritan, dan suara yang tinggi, banyak pula terjadi masalah dan hal-hal buruk lainnya. Itu semua memberikan pelajaran berharga bagi seorang muslim, tentang adanya perbedaan yang jelas terlihat antara dua keadaan itu.

48. MENDIDIK MANUSIA UNTUK SELALU SADAR TANGGUNG JAWAB. Ketika terjadi kesalahan dari para jama'ah haji kadang sebagian kesalahannya dalam hal-hal yang diperkirakan semua orang tahu bahwa itu salah, ini mendidik muslim untuk sadar tanggung-jawab yang dibebankan di pundaknya untuk memberitahu saudaranya, menyodorkan sesuatu yang bermanfaat bagi mereka, dan menghilangkan kebodohan yang ada pada mereka. Penulis yakin inilah yang bisa memberi manfaat, bukan malah mencemooh atau menuduh yang bukan-bukan pada mereka yang salah.

49. MELATIH MANUSIA UNTUK BERJIHAD, DENGAN ADANYA MASYAQQOH, LELAH, DAN KEINGINAN HATI YANG TAK DITURUTI. Oleh karena itulah Nabi -shollallohu alaihi wasallam- menamainya jihad, sebagaimana dalam sabdanya: "Bagi kalian (para wanita) ada jihad yang tanpa perang, yaitu ibadah haji dan umroh" (HR. Bukhori)

50. MENDIDIK MANUSIA UNTUK BANGGA DENGAN AGAMA DAN KEISLAMANYA. Ini tampak dari keadaan setan di Hari Arofah, telah disebutkan dalam kitab Al-Muwaththo' karya Imam Malik, bahwa Nabi -shollallohu alaihi wasallam- pernah bersabda: "Tiada suatu haripun, yang saat itu setan terlihat paling kerdil, paling hina, dan paling marah, melebihi Hari Arafah" (dihasankan oleh Ibnu Abdil Barr -rohimahulloh-). Hal ini juga tampak dari bagaimana Allah membangga-banggakan hambanya yang sedang wukuf di Arafah di hadapan para malaikat, sebagaimana disebutkan dalam shohih muslim.

Akhirnya inilah sebagian pelajaran berharga dari hikmah ibadah haji untuk jiwa manusia, tentunya pelajaran yang belum kami sebutkan di sini jauh lebih banyak dari itu Aku memohon pada Alloh semoga menjadikan tulisan ini bermanfaat wallohu a'lam Akhir kata, semoga Allah memberikan sholawat dan salam-Nya pada Nabi kita Muhammad. -------------------------
Share:

Hikmah Pelajaran Ibadah Haji (Bagian 3)


26. MENDIDIK MANUSIA UNTUK MENEKAN SYAHWATNYA SECARA KHUSUS, oleh karena itu akad nikah menjadi larangan saat dalam keadaan ihram, bahkan sampai rofats dan jima' pun dilarang. Tidak diragukan, ini mendidik seorang muslim agar waspada dan hati-hati dengan syahwat ini.

27. MENDIDIK MANUSIA UNTUK MENUNAIKAN IBADAHNYA SESEMPURNA DAN SEBAIK MUNGKIN, oleh karena itu Allah berfirman: "Barangsiapa yang berkewajiban haji, maka janganlah ia melakukan rofats (hubungan suami istri), kefasikan, dan debat (kusir) dalam ibadah hajinya", beliau -shollallohu alaihi wasallam- juga bersabda: "Haji yang mabrur itu, tiada balasan lain baginya kecuali surga" (Muttafaqun Alaih). Ini semua mendidik muslim untuk menjaga kualitas ibadahnya.

28. MENDIDIK MANUSIA UNTUK MENYESUAIKAN DIRINYA SAAT KEADAAN DAN KEBIASAAN LINGKUNGANNYA BERUBAH. Tentunya sepanjang tahun jama'ah haji terbiasa melakukan sesuatu di negaranya, lalu ketika melakukan ibadah haji, ia harus memaksa dirinya untuk menyesuaikan dengan waktu dan jam yang sedang ia jalani. Inilah maksud dari arahan Umar r.a. saat mengatakan: "Prihatinlah, karena nikmat-nikmat yang ada itu tidak akan langgeng selamanya".

29. MENDIDIK MANUSIA UNTUK BANYAK BERDOA. Dalam manasik ibadah haji, disunnahkan bagi muslim untuk berdoa pada Tuhannya, di kebanyakan tempat yang dikunjunginya, misalnya:

* Saat thowaf. * Saat sholat sunat 2 rokaat setelah thowaf. * Saat minum air zamzam. * Saat naik ke bukit Shofa dan Marwa. * Saat di tengah-tengah pelaksanaan sa'i. * Saat Hari Arofah * Setelah terbit fajarnya hari nahr (tanggal 10 dzulhijjah) hingga langit menguning. * Setelah melempar dua jamarot, Shughro dan Wustho.

Dan tempat-tempat lainnya, itu semua mendidik seorang muslim untuk selalu mendekatkan diri pada Tuhannya dalam doa dan selalu kembali pada-Nya.

30. MENDIDIK MUSLIM UNTUK TA'ABBUD DENGAN SIFAT MAHA MENDENGAR DAN MAHA MELIHATNYA ALLOH TA'ALA, sebagaimana madzhabnya Ahlus sunnah wal jama'ah dalam menetapkan sifat dan maknanya, ini tampak dalam hal-hal berikut ini:

* Banyaknya bahasa yang beraneka ragam, suara yang berbeda-beda, kebutuhan yang bermacam-macam, pun begitu, Dia yang maha suci tetap mampu mendengarkan doanya ini, dan mengabulkan doanya itu, serta mengetahui seluruh bahasa mereka. * Dia maha tahu niat para jama'ah dalam melaksanakan ibadah haji yang berbeda-beda, dan seberapa tulus dan ikhlasnya mereka, meski jumlah mereka sangat banyak.

31. MELATIH MANUSIA, UNTUK TIDAK MENGANGGAP REMEH APAPUN YANG DIHARAMKAN ALLOH, oleh karena itulah dalam ibadah haji ini, ada beberapa kalimat yang diulang-ulang, diantaranya :

* Tanah haram. * Bulan haram. * Larangan-larangan ketika sedang ihram.

Dengan begitu seorang muslim terlatih untuk mengagungkan apa yang diharamkan oleh Allah SWT dari sekian banyak sesuatu yang diharamkannya.

32. MELATIH MANUSIA UNTUK MENEGUHKAN PRINSIP "LOYAL PADA KAUM MUSLIMIN DAN BERLEPAS DIRI DARI KAUM KAFIRIN". Oleh karena itulah disunnahkan dalam sholat sunat setelah thowaf untuk membaca surat alkafirun, yang didalamnya menekankan dan menuangkan dasar prinsip ini.

Termasuk diantara bukti paling nampak dari petunjuk menyelisihi kaum musyrikin adalah, beranjaknya para jama'ah haji (dari Muzdalifah) sebelum terbitnya matahari.

33. MENDIDIK MANUSIA UNTUK TENANG, TERTIB, DAN MEMPRAKTEKKAN PRINSIP ITSAR (mendahulukan orang lain dalam hal duniawi). Oleh karena itulah dahulu Rosul -shollallohu alaihi wasallam- ketika meninggalkan Arafah menyabdakan: "tenang dan tenanglah", karena saat itu merupakan momen yang biasanya rame dan memungkinkan terjadinya saling menyakiti antara kaum muslimin.

Sifat waqor dan tenang adalah sifat yang selayaknya melekat pada diri seorang muslim, sebagaimana Allah memberikan sifat itu pada mereka dalam kitab-Nya: "yaitu mereka yang berjalan di atas bumi dengan sopan"

34. MENDIDIK MANUSIA UNTUK MENYATUKAN KATA, MESKI KEADAAN DAN CARA MANASIK MEREKA BERBEDA-BEDA. Ini merupakan dasar yang agung, dan ditunjukkan dalam banyak nash syariat dan juga tampak dari keadaan para sahabat -rodliallohu anhum-.

35. MELATIH MANUSIA UNTUK MENGINGAT HARI KIAMAT, yakni dengan banyaknya orang yang berkumpul saat itu, bahkan pada hari kiamat nanti, Allah akan mengumpulkan manusia dari awal hingga akhir penciptaan. Tak diragukan lagi, dengan mengingat hari kiamat, hati seorang muslim akan hidup dan memiliki pengaruh besar dalam kekhusyu'an dan ibadahnya.

36. MENDIDIK MANUSIA UNTUK MEMPERHATIKAN DAN MENGHARGAI WAKTU. Hari arofah adalah kesempatan yang tak ada gantinya bila telah hilang, hari-hari tasyriq adalah hari-hari yang diperuntukkan untuk berdzikir (mengingat Allah), dan di 10 hari pertama bulan dzul hijjah amalan ibadah dilipat-gandakan pahalanya, itu semua melatih seorang muslim untuk memanfaatkan waktunya untuk apapun yang bermanfaat baginya.

37. MENDIDIK MANUSIA UNTUK MENJAGA UKHUWWAH IMANIYYAH, itu tampak dari bertemunya raga, yang akan menjadikan berkumpulnya hati, dan tentunya akan terlihat pengaruh pertalian persaudaraan itu dalam tingkah laku dan kehidupan sehari-hari.

38. MENGAJARI MANUSIA UNTUK MEWUJUDKAN LAHAN YANG RIIL UNTUK MENDIDIK JIWA, misalnya:

* Ibadah Haji adalah tempat untuk mendidik jiwa untuk menjaga pandangan mata dari sesuatu yang diharamkan. * Haji adalah tempat untuk mendidik jiwa untuk itsar (mendahulukan orang lain) dalam urusan duniawi) * Haji adalah tempat mendidik jiwa untuk memberi bantuan dan sedekah. * Haji adalah tempat mendidik jiwa untuk menerapkan amar ma'ruf nahi mungkar.

Sungguh haji merupakan pusat praktek nyata dan tempat pelatihan untuk menguji kepribadian seseorang.

39. MENDIDIK MANUSIA UNTUK MEMBUKTIKAN TAQWANYA, karena tempat ketakwaan adalah hati, dan sebagian besar amalan haji itu bertumpu pada hati dengan derajat paling tinggi, oleh karena itulah Allah menyebutkan redaksi takwa dalam ayat-ayat haji, Allah berfirman: "Sempurnakanlah haji dan umroh itu untuk Allah" di akhir ayat disebutkan: "dan bertakwalah kalian pada Allah!" Dia juga berfirman: "Siapkanlah bekal (untuk haji), sungguh sebaik-baik bekal adalah taqwa".

40. MENDIDIK MANUSIA AGAR BERAKHLAK MULIA, yang merupakan sesuatu yang paling berat dalam timbangan amal di hari kiamat nanti, hal ini tampak dari firman-Nya: "Janganlah berdebat (kusir) dalam haji!". Maka anjuran untuk meninggalkan debat merupakan pendidikan untuk berakhlak mulia. Hal itu juga tampak pada anjuran Nabi SAW kepada para sahabatnya untuk tetap tenang ketika meninggalkan Arofah.






Share:

Postingan Populer

Label

Arsip Blog

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Sample Text

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.