📞 WhatsApp : 0812-8881-451
Travel Umroh Premium & Amanah
DAFTAR SEKARANG
  • Paket Umroh Reguler 2026

    Kami hadir untuk membantu jamaah mendapatkan pengalaman ibadah terbaik dengan program paket umroh yang dirancang nyaman, aman, dan sesuai kebutuhan jamaah Indonesia. Mulai dari hotel dekat masjid, maskapai terpercaya, pembimbing berpengalaman dan profesional.

  • Syarat Umroh Terbaru 2026

    Mengetahui Syarat Umroh Terbaru 2026 untuk Jamaah Indonesia sangat penting sebelum melakukan pendaftaran perjalanan ibadah ke Tanah Suci. Persiapan yang baik akan membuat ibadah terasa lebih nyaman, aman, dan tenang.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

Tips Jaga Keamanan Selama Haji

Berikut Tips yang bisa menjadi panduan agar aman selama menjalankan bdah haji:
1. Bila ingin keluar pemondokan, pergilah secara rombongan. Selain aman, terjaga, juga dapat saling mengingatkan.
2. Hafalkan jalan saat keluar pemondokan. Jika tidak hafal, besar kemungkinan mudah tersesat. Jka tersesat, carilah petugas yang ada.
3. Jangan mudah percaya pada orang yang baru dikenal. kadang penipu atau penjahat yang beroperasi di Masjidil Haram adalah orang Indonesia juga.
4. Jangan menitip barang kepada orang yang baru dikenal. Titiplah pada rekan-rekan serombongannya saja. Ini penting untuk mencegah penipun.
5. Jangan bahwa uang dalam jumlah besar bila sendirian. Cukup bawa uang 50 real saja,
6. Di sekitar pelataran Masjidil Haram juga ada sektor khusus yang menangani persoalan jamaah seperti tersesat jalan.
Share:

Tips Hindari Tersesat Saat Haji/Umrah

Anda yang saat ini akan berangkat ke tanah suci untuk menunaikan rukun Islam kelima, pasti ingin beribadah haji atau umrah dengan sesempurna mungkin dan tiada gangguan.

Jika demikian, anda sebaiknya mempersiapkan semua hal hingga sedetil mungkin. Termasuk, jangan sampai anda tidak kehilangan arah saat keluar atau menuju tempat pemondokan.

Bagaimana agar kenyamanan beribadah tidak terganggu oleh hal tersebut? Ada beberapa hal yang bisa diikuti dan diterapkan.

Berikut adalah tips yang bisa anda ikuti:


Yang pertama, jangan pernah lupa menghafalkan lokasi pondokan atau hotel yang menjadi tempat tinggal anda di tahah suci. Lihat sekeliling tempat pondokan baik di Madinah atau Mekkah atau tenda anda ketika di Mina. Lihat apakah ada tanda-tanda khusus di dekat pondokan anda seperti mesjid atau gedung-gedung lainnya.

Fungsinya, agar jika anda keluar dari pondokan, anda tidak terlalu kesulitan menemukan kembali jalan pulang. Biasanya, menghafal lokasi pondokan tidak terlalu sulit dilakukan bagi jamaah yang berusia muda. Namun, tidak bagi yang berusia lanjut.

Jika pun memang lokasi pondokan tetap tidak bisa dihafalkan, ada cara lain yang bisa anda lakukan. Yakni, dengan mencatat nomor telepon atau kontak pimpinan rombongan atau pembimbing haji rombongan anda.

Cara ketiga yang bisa anda lakukan jika kesulitan menemukan jalan pulang, adalah dengan membiasakan berangkat untuk bepergian bersama rombongan jamaah haji. Biasanya, dengan cara ini, jamaah akan terjamin keberadaannya karena selalu ditemani oleh pemandu. Namun demikian, meski cara ini menjamin jamaah tidak tersesat, tetap saja harus diwaspadai hal-hal terhadap hal itu.

Karenanya, jika anda sudah bersama rombongan dan ternyata masih saja kesulitan mencari jalan pulang dan bahkan tersesat, tidak ada salahnya jika anda mengikuti cara berikutnya yaitu dengan mengikuti jamaah haji lain yang sama-sama berasal dari Indonesia.

Dengan mengikuti jamaah yang sama dari Indonesia, anda diharapkan bisa lebih mudah berkomunikasi dan menjelaskan kesulitan anda dalam menemukan jalan pulang. Cara ini memang sangat familiar dilakukan, karena memang dianggap mudah untuk dilakukan oleh para jamaah.

Jika memang cara-cara yang disebut di atas tersebut masih saja membuat anda kesulitan menemukan jalan pulang dan bahkan tersesat, ada baiknya dicoba juga cara berikutnya, yaitu dengan mencari petugas haji yang ada di sekitar tempat anda tersesat. Dengan mencari petugas, dipastikan anda akan mendapat penjelasan soal arah pulang dan tempat tinggal yang anda tidak hafal.

Atau, jika memang petugas yang anda perlukan itu tidak kunjung ditemukan, sebaiknya anda harus selalu bersiaga membawa tanda pengenal sebelum berangkat dari hotel.

Dengan membawa tanda pengenal, seharusnya anda bisa lebih mudah dalam menemukan jalan pulang karena orang-orang akan mengetahui dari mana anda berasal.[Ant]




Penyebab Tersesat

Tersesat merupakan kasus terbesar yang dialami para jamaah ketika berhaji. Adapun alasan mereka tersesat adalah sebagai berikut.

• Pintu Berbeda

Jangankan bagi jamaah yang baru pertama kali menunaikan ibadah haji, jamaah yang sudah lebih lima kali saja masih sering tersesat, terutama saat berada di Masjidil Haram. Hal ini bisa dimaklumi karena memang jumlah pintu Masjidil Haram ada 94 pintu. Kebanyakan mereka yang tersesat karena berbeda pintu ketika masuk dan saat keluar.

• Usia Jamaah

Walaupun jamaah yang berusia lanjut tidak selalu akan lebih mudah tersesat dibanding dengan jamaah haji yang masih muda usia, namun memang begitu faktanya. Mayoritas jemaah yang tersesat berusia 60 tahun ke atas. Sedangkan rombongan jamaah haji asal Indonesia memang didominasi jamaah berusia lanjut (60 tahun), yaitu sekitar 60%.

• Bepergian Seorang Diri

Masih banyak jamaah haji yang bepergian seorang diri karena suatu urusan, seperti mengambil sandal yang dititipkan di tempat penitipan sandal yang terletak jauh di luar. Padahal, untuk mengambil sandal tersebut harus antri dengan ratusan jamaah lainnya dengan risiko mengambil jalan yang salah saat kembali.

• Terlalu Jauh Meninggalkan Tenda

Biasanya hal ini terjadi saat melempar jumroh di Mina. Kondisi area perkemahan yang sangat luas dengan jalan-jalannya yang rumit serta hamparan ribuan tenda yang hampir sama, sangat memungkinkan membuat jamaah bingung saat ingin kembali tenda. Oleh karenanya, jangan sendirian dan jangan terlalu jauh meninggalkan tenda.
Share:

Kendalikan Gula Darah Sebelum Berangkat Haji

Penyakit Gula Darah (Diabetes Mellitus) bukanlah penghalang dalam melakukan Ibadah Haji. Persiapan kesehatan harus dilakukan sebelum ibadah haji dilakukan.
Berikut Tips Sehat bagi penderita DM:
1. Periksa dan kontrollah DM sebelum berangkat.
2. Pada saat menerima pembagian makanan, kurangi Porsinya, sesuaikan dengan Porsi konsumsi sehari-hari.
3. Untuk menjaga gula darah (yang sudah terkontrol selama di tanah air), Makanlah sesuai porsi selama di tanah air.
4. Minumlah obat pengontrol gula darah secara teratur, sesuai petunjuk dokter
5. Sesuai saran dokter. minumlah obat setelah makan.
6. Untuk jaga-jaga, bawalah permen disaku. Jika gula darah drop, permen bisa dimakan
7. Ceklah gula darah 1-2 kali seminggu. Bawalah alat cek gula darah, jika tidak punya, bisa ke pos kesehatan
7. Untuk pasien DM yang rutin mengkonsumsi insulin, jelas Dante, jangan malu untuk menyuntikkan insulin jika waktunya untuk suntik. “Penyuntikan insulin tidak membatalkan wudhu,” ujarnya.
8. Bagi penderita DM berat yang sudah rutin menggunakan insulin disarankan untuk mempunyai pendamping atau partner. Atau jamaah bisa melaporkan kondisi penyakitnya kepada kepala regu atau teman terdekat. Hal ini sangat membantu jika sudah jamaah sudah mulai tak sadar seperti plin plan, orang di dekatnya sudah bisa deteksi dan bisa segera memberikan pertolongan.

Tanda-tanda pasien Hypoglikemi (drop): 
- keluar keringat dingin,
- terasa mual,
- penglihatan mata berkunang-kunang.

Tanda-tanda pasien Hyperglikemi (meningkat): 
- buang air kecil terus menerus. Minumlah yang banyak, supaya tidak dehidrasi dan darah menjadi kental

Jika 2 tanda ini terasa, segeralah ke posko kesehatan.

Info lebih lanjut, hubungi 021-40487788
Share:

Tips Mata Tidak Kering

Para jamaah lansia (diatas 4o tahun) umumnya sering merasa matanya kering (terasa sepet atau mengganjal).

Mata kering bisa disebabkan oleh:
1. Perubahan hormon, karena proses degenerasi atau penuaan fungsi organ tubuh manusia dan penyakit kekebalan tubuh.
2. Lingkungan tidak kondusif, yaitu dalam suhu yang ekstrim, terlalu panas atau terlalu dingin, seperti suhu udara di Arab Saudi yang mencapai 40 derajat celsius tertinggi dan di bawah sepuluh derajat Celsius terendah.
3. Kondisi kelembaban yang rendah juga memicu penguapan lebih besar. Arab Saudi termasuk negara yang memiliki kelembaban rendah sebesar 13-14 persen. Penguapan yang tinggi akan menyebabkan lapisan air pada tear film mata, yang disebut akuos, menguap. Dan apabila lapisan lipid (lemak) yang melindunginya sudah tidak ada, si penderita akan merasa matanya kering, gatal, mengganjal terkadang disertai dengan mata merah (iritasi).

Tips Pengobatan gangguan mata:
1. Pakai tetes mata (ada di apotek). Lansia wajib bawa.
2. Jangan mengucek mata, karena jika benda asing itu tajam akan akan menggores kornea. Untuk pertolongan sementara, dapat mencuci mata dengan air bersih dengan cara diguyur agar benda asingnya ikut terbawa air. Bila ternyata benda asing tidak keluar juga, minta pertolongan dokter untuk mengeluarkannya.
Share:

Badal Haji, Solusi Untuk Orang Tua Yang Belum Berhaji

Badal Haji adalah sebuah istilah yang dikenal dalam fiqih Islam. Istilah yang lebih sering digunakan dalam kitab-kitab fiqih adalah al-hajju 'anil ghair, yaitu berhaji untuk orang lain.

Dan pada kenyataannya memang seseorang benar-benar melakukan ibadah haji, namun dia meniatkan agar pahalanya diberikan kepada orang lain, baik yang masih hidup namun tidak mampu pergi maupun yang sudah wafat.

Tentunya tindakan ini bukan hal yang mengada-ada, tetapi berdasarkan praktek yang dikerjakan oleh para shahabat nabi dan direkomendasikan langsung oleh beliau SAW.

Dari Ibnu Abbas ra bahwa seorang wanita dari Juhainnah datang kepada Nabi SAW dan bertanya:†Sesungguhnya ibuku nadzar untuk hajji, namun belum terlaksana sampai ia meninggal, apakah saya harus melakukah haji untuknya?" Rasulullah SAW menjawab, "Ya, bagaimana pendapatmu kalau ibumu mempunyai hutang, apakah kamu membayarnya? Bayarlah hutang Allah, karena hutang Allah lebih berhak untuk dibayar." (HR Bukhari).

Hadits yang sahih ini menjelaskan bahwa seseorang boleh melakukan ibadah haji, namun bukan untuk dirinya melainkan untuk orang lain. Dalam hal ini untuk ibunya yang sudah meninggal dunia dan belum sempat melakukan ibadah haji.

Di dalam hadits yang lain, disebutkan ada seseorang yang berhaji untuk ayahnya. Kali ini ayahnya masih hidup, namun kondisinya tidak memungkinkan untuk melakukan ibadah haji. Maka orang itu mendatangi Rasulullah SAW untuk meminta fatwa.


Seorang wanita dari Khats`am bertanya, Ya Rasulullah, sesungguhnya Allah mewajibkan hamba-nya untuk pergi haji, namun ayahku seorang tua yang lemah yang tidak mampu tegak di atas kendaraannya, bolehkah aku pergi haji untuknya?Rasulullah SAW menjawab,  (HR Jamaah)


Pendapat Para Ulama

Dengan adanya dalil-dalil di atas, maka kebolehan melakukan haji untuk orang lain ini didukung oleh jumhur ulama. Di antaranya adalah Ibnul Mubarak, Al-Imam Asy-Syafi`i, Al-Imam Abu Hanifah dan Al-Imam Ahmad bin Hanbalrahimahumullah.

Syarat Harus Sudah Haji

Al-hajju anil ghair mensyaratkan bahwa orang yang melakukan badal haji itu harus sudah menunaikan ibadah haji terlebih dahulu, karena itu merupakan kewaiban tiap muslim yang mampu. Setelah kewajibannya sudah tunai dilaksanakan, bolehlah dia melakukan haji sunnah atau pergi haji yang diniatkan untuk orang lain.


Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah SAW mendengar seseorang bertalbiyah, "Labbaikallhumma 'an Syubrumah." Rasulullah SAW bertanya, "Siapakah Syubrumah?" Dia menjawab, "Saudara saya." "Apakah kam sendiri sudah melaksanakan ibadah haji?" "Belum." Rasulullah SAW bersabda, "Jadikan haji ini adalah haji untukmu terebih dahulu. Baru nanti (haji tahun depan) kamu boleh berhaji untuk Syubrumah." (HR )

Dalam hal ini tidak disyaratkan harus orang tua sendiri atau bukan, juga tidak disyaratkan harus sama jenis kelaminnya. Juga tidak disyaratkan harus sudah meninggal.

Tentunya baik dan buruknya kualitas ibadah itu akan berpengaruh kepada nilai dan pahala disisi Allah SWT. Dan bila diniatkan haji itu untuk orang lain, tentu saja apa yang diterima oleh orang lain itu sesuai dengan amal yang dilakukannya.

Adapun amalan selama mengerjakan badal haji tapi di luar ritual ibadah haji, apakah otomatis disampaikan kepada yang diniatkan atau tidak, tentu kembali masalahnya kepada niat awalnya. Bila niatnya semata-mata membadalkan ibadah haji, maka yang sampai pahalanya semata-mata pahala ibadah haji saja. Sedangkan amalan lainnya di luar ibadah haji, maka tentu tidak sampai sebagaimana niatnya.

Sebaliknya, bila yang bersangkutan sejak awal berniat untuk melimpahkan pahala ibadah lainnya seperti baca Al-Quran, zikir, umrah dan lainnya kepada yang diniatkannya, ada pendapat yang mengatakan bisa tersampaikan.

Wallahu a'lam bishshawab, Wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Share:

Postingan Populer

Label

Arsip Blog

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Sample Text

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.
WhatsApp Kami