Panggilan Suci

"Dengan penuh kerendahan hati, aku menyerahkan diriku seutuhnya. Labbaik Allahumma Labbaik."

Wukuf di Arafah

Wukuf di Arafah adalah panggung agung pengakuan dosa, di mana jutaan air mata tumpah membasahi Padang Mahsyar mini, mengharap ampunan tak bertepi dari Sang Pemilik Semesta.

Melempar Jumrah

Setiap kerikil yang jatuh saat melempar jumrah adalah deklarasi perang abadi terhadap godaan diri, bisikan dunia, dan segala bentuk kebatilan yang menghalangi jalan menuju keridhaan-Nya.

Menjadi tamu Allah di Masjidil Haram

"Alhamdulillah, Ya Rabb. Akhirnya kami bisa berfoto bersama di depan Baitullah yang mulia ini.."

Niat dan Persiapan (Awal Pendaftaran)

"Dengan menyebut nama Allah, kami memulai langkah administratif ini sebagai wujud kesungguhan hati untuk menyambut takdir berhaji."

2 Jul 2020

Bisnis Haji-Umroh Lesu, Amphuri Optimalkan Koperasi

Bisnis Haji-Umroh Lesu, Amphuri Optimalkan Koperasi. Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Joko Asmoro.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) menggiatkan unit usaha koperasinya di tengah lesunya industri umrah dan haji khusus yang diterpa pandemi Covid-19.

"Praktis, kita semua hanya menjalankan kegiatan usaha hanya lima bulan saja sejak dibukanya musim umrah 1441 Hijriyah, September lalu," kata Ketua Umum DPP Amphuri Joko Asmoro kepada wartawan di Jakarta, Kamis (2/7).

Dia mengatakan memiliki Koperasi Amphuri Bangkit Melayani (ABM) yang perlu terus dioptimalkan saat pandemi. Selama wabah Covid-19, Amphuri berikut koperasinya harus terus berdaya di tengah industri haji dan umroh yang berada di titik nadir terendah setelah umrah ditutup 27 Februari 2020 kemudian disusul pembatalan keberangkatan haji.

Joko mengatakan Koperasi ABM sebagai motor penggerak ekonomi anggota Amphuri sampai hari ini terus bergerak, meski unit bisnis utamanya tersendat. Dia mencontohkan dalam beberapa waktu ke depan Koperasi ABM bermitra dengan DPP Amphuribidang Pengembangan Wisata akan menggelar edukasi tur produk halal Indonesia.

Koperasi ABM juga menyiapkan beberapa produk unggulan berbasis digital yang akan dirilis dalam waktu dekat. "Inilah bentuk keberanian koperasi dalam memetakan dan menjalankan bisnis yang out of the box. Saya bangga dan makin cinta kepada Koperasi ABM," katanya.

Ketua Koperasi ABM, Amaluddin Wahab, mengatakan memiliki varian produk di luar umrah dan haji khusus seperti "Jelita" yang menjual produk wisata halal luar negeri. Produk berikutnya, kata dia, adalah Indonesia Halal Discovery Channel (IHD Channel).

Unit bisnis berupa Production House (PH) yang akan memproduksi tayangan program wisata dalam negeri dengan mengeksplorasi semua potensi wisata Indonesia untuk pasar luar negeri. Selanjutnya, Koperasi ABM juga akan merilis produk Amphuri Store (Amstore) yaitu unit bisnis koperasi yang bergerak di perdagangan di luar produk haji, umrah, inbound maupun outbound.

Kemudian,  terdapat produk Simpan Pinjam Syariah. "Saya meyakini dengan kekuatan anggota lebih dari 400 biro travel yang tetap solid di setiap kondisi kalau saja semuanya mau bersatu lagi dalam wadah koperasi. Maka bukan tidak mungkin Amphuri bermetamorfosis dari asosiasi menjadi korporasi," kata dia.
Share:

1 Jul 2020

MUI Dukung Protokol Kesehatan Sholat Idul Adha Kemenag

Foto: Wakil Ketua Umum MUI KH Muhyiddin Junaidi didampingi pimpinan MUI saat memimpin pertemuan dengan pimpinan ormas Islam tingkat pusat di Gedung MUI Pusat, Jakarta, 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (Waketum MUI) Muhyiddin Junaedi mengatakan, MUI mendukung protokol sholat Idul Adha yang dirilis Kementerian Agama. Protokol tersebut, kata Muhyiddin, sejalan dengan fatwa MUI nomor 14.

“Secara keseluruhan, apa yang ditetapkan Kemenag sudah sesuai dengan fatwa MUI,” kata Muhyiddin Junaedi kepada Republika, Rabu (1/7).

“Karena di fatwa MUI nomor 14 menegaskan, umat yang berada di wilayah yang dapat dikendalikan atau zona zona aman, diperbolehkan melaksanakan ibadah secara normal, tentu dengan tetap menjaga jarak, mengikuti protokol kesehatan,” sambungnya.

Mantan Ketua bidang Luar Negeri MUI ini menjelaskan, pelaksanaan sholat Idul Adha maupun Idul Fitri, disunnahkan dilakukan di lapangan terbuka. Dia juga menyarankan para pengurus masjid untuk membuat aturan keamanan selama proses ibadah.

“Untuk shalat Idul fitri dan Idul Adha, sunahnya itu dilakukan di lapangan terbuka, maka buatlah aturan keamanannya, seperti pengaturan jarak antar jamaah, wajib menggunakan masker, membawa sejadah sendiri, hingga sanitasi,” ujar anggota Jaringan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) itu. 

Dia juga mengingatkan masyarakat di zona hijau atau zona aman untuk tidak bertindak ceroboh, dan terus mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

“Jangan bertindak ceroboh dengan melalaikan protokol kesehatan, karena meski berada di zona aman, namun ancaman masih akan terus menghantui, salah satunya OTG yang bisa kapan saja menularkan virus tanpa disadari,” kata Muhyiddin.

“Mudah-mudahan dengan pengikuti protokol tersebut, kita mampu menghindarkan diri dari Covid-19,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kementerian Agama RI pernah menerbitkan Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Sholat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Tahun 1441 H Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19, Selasa (30/6). Dalam surat tersebut ditekankan bahwa kegiatan penyelenggaraan kegiatan sholat Idul Adha harus memperhatikan syarat-syarat protokol kesehatan.

“Tempat pelaksanaa kegiatan sholat Idul Adha dan lokasi penyembelihan hewan kurban dapat dilaksanakan di semua daerah dengan memperhatikan protokol kesehatan dan telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat, kecuali pada tempat-tempat yang dianggap masih belum aman Covid-19 oleh pemerintah daerah atau gugus tugas (Covid-19) daerah," kata Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi dalam surat edaran yang diterbitkan, Selasa (30/6).
Share:

30 Jun 2020

Ini Syarat Bagi Warga di Arab Saudi yang Ingin Berhaji



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Arab Saudi telah memutuskan membatasi jumlah jamaah haji menjadi hanya 10 ribu orang saja. Itu pun mereka yang bisa melaksanakan ibadah haji adalah warga Arab Saudi dan warga ekspatriat di tanah suci. 

Salah satu warga Indonesia yang tinggal di Arab Saudi, Ahmad Firdaus menjelaskan pascakebijakan yang diambil otoritas Arab Saudi, terdapat sejumlah aturan bagi warga yang ingin mengikuti pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Dari informasi yang diperoleh, Ahmad menjelaskan pemerintah Arab Saudi memperbolehkan ibadah haji dilaksanakan hanya bagi warga Arab Saudi di sekitar Makkah dan Madinah.

"Untuk haji boleh hanya bagi orang sekitar Makkah dan Madinah. Dan itu pun ada syaratnya," kata Ahmad kepada Republika.co.id, Selasa (30/6). 

Ia menjelaskan setiap orang yang akan melaksanakan ibadah haji harus membayar biaya pendaftaran haji minimal sebesar seribu riyal per orang. Selain itu warga yang mendaftar tahun ini harus dalam kondisi sehat. 

Selain itu, Ahmad menjelaskan terdapat peraturan dari otoritas Arab Saudi bahwa warga yang boleh berhaji adalah warga yang belum pernah sama sekali melaksanakan ibadah haji. Pemerintah Arab Saudi juga melarang orang lanjut usia dan anak mengikuti pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

"Kalau untuk WNI sama juga syaratnya. Haji tahun ini memang sangat sulit oleh pemerintah di sini, mengingat kondisi disebabkan virus yang masih sekarang ini. Jadi sulit untuk berhaji," katanya.

Ahmad mengungkapkan kondisi di kota dua suci, Makkah dan Madinah sampai saat ini masih normal seperti hari-hari sebelumnya. Begitu pun dengan Masjid Nabawi yang tetap dibuka untuk sholat berjamaah. 

Namun, Masjidil Haram belum dibuka untuk sholat berjamaah atau hanya terbatas bagi petugas Masjidil Haram saja. Ahmad mengatakan kondisi pasar dan fasilitas umum lainnya juga normal seperti biasanya. 
Share:

Pengajuan Pengembalian Dana Haji Hingga 31 Juli 2020

Ingat, Pengajuan Pengembalian Dana Haji Hingga 31 Juli 2020


REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas mengingatkan calon jamaah haji pengajuan permohonan pengembalian dana pelunasan biaya perjalanan haji harus disampaikan sebelum 31 Juli 2020.

"Bagi para calon jamaah  haji yang ingin melakukan pengajuan permohonan pengembalian setoran lunas biaya penyelenggaraan ibadah haji diingatkan melakukan sebelum batas akhir 31 Juli 2020," kata Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kemenag Banyumas Purwanto Hendro Puspito, Selasa (30/6).

"Sementara sampai saat ini sudah ada 11 calon jamaah haji yang telah mengajukan pengembalian setoran lunas BPIH," katanya.

Menurut dia, pengajuan permohonan pengembalian setoran lunas biaya perjalanan haji dari ke-11 orang tersebut telah tercatat di Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat). Hendro mengatakan Kemenag masih terus menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai tata cara dan batas waktu pengajuan permohonan pengembalian dana pelunasan biaya haji menyusul keputusan pemerintah membatalkan pemberangkatan jamaah haji ke Tanah Suci 2020.

Ia menjelaskan Kemenag akan mendistribusikan buku manasik kepada jamaah calon haji pada Juli 2020. "Meskipun jadwal keberangkatan calon jamaah haji tahun ini ditunda karena pandemi Covid-19 namun buku dibagikan agar dapat dibaca-baca oleh calon haji, dihafalkan tuntunannya maupun doa-doanya agar makin dapat memahami terkait tuntunan manasik. Teknis pendistribusian kepada seluruh calon haji masih kami bahas dan kaji lebih lanjut bersama pihak terkait," katanya.

Sumber : www.ihrom.co.id
Share:

Berkah yang Tersembunyi di Balik Pembatalan Haji

Foto: Gerbang steril canggih untuk masuk ke Masjidil Haram.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pengumuman Kerajaan Arab Saudi yang menyebut pelaksanaan haji akan dilakukan terbatas hanya bagi mereka yang tinggal di wilayah tersebut membawa emosi yang campur aduk.

Ibadah Haji adalah pengalaman spiritual yang luar biasa bagi begitu banyak Muslim yang taat. Ziarah ke Makkah ini setiap tahunnya dihadiri oleh 2,5 juta orang dengan kegiatan keagamaan yang berlangsung satu minggu penuh.
Seorang dokter yang berada di garis depan National Health Service (NHS) UK dan berpengalaman menjadi relawan medis haji reguler menyebut peluang unik ini termasuk hal yang memilukan. Mohammedabbas Khaki, nama dokter tersebut, mengatakan ia tidak hanya melihat kehancuran yang dibawa Covid-19, tapi juga merasakan bagaimana wabah haji bisa menjadi bencana besar.
"Meski telah diberkati dengan kesempatan untuk mengikuti haji secara teratur, saya masih bersemangat untuk kembali pada tahun berikutnya," ujar Khaki dilansir di Independent, Selasa (30/6).
Ibadah haji baginya selalu menjadi pengalaman yang mengangkat spiritualitasnya. Bertemu sesama peziarah dari seluruh dunia, mengenakan jubah putih yang menjadi simbol kerendahan hati, serta melakukan ritual yang sama dalam pertunjukan besar persatuan, merupakan hal yang tak bisa dilewatkan.
Namun, di situlah letak permasalahnya. Dengan hadirnya jamaah dari seluruh penjuru dunia, berdampingan dan menghirup udara yang sama di tempat-tempat yang tertutup rapat, seorang peziarah yang membawa Covid-19 akan menjadi resep sukses datangnya bencana.
Khaki menyebut selain membawa rasa yang menggembirakan dan membangkitkan semangat, ibadah haji juga membawa tantangan. Jadwal yang melelahkan, kurang tidur, serta jarak yang dekat dengan  begitu banyak peziarah dari seluruh dunia memberikan semburan yang sempurna untuk menularkan infeksi virus.
"Batuk haji" merupakan infeksi saluran pernapasan bagian atas yang kering. Infeksi ini diakibatkan penyebaran banyak virus dari lokasi berbeda di seluruh dunia. Hal ini merupakan fenomena nyata.
"Saya sering meresepkan beberapa dosis antibiotik dengan dosis kuat dan meminta jamaah istirahat total. Bahkan, terkadang ini tidak cukup. Beberapa pasien memerlukan rawat inap, ventilasi yang baik dan pemantauan ketat," lanjutnya.
Bagi petugas medis, ia menyebut pelaksanaan haji merupakan waktu yang sangat sibuk di saat-saat terbaik. Saudi telah melakukan upaya luar biasa untuk memfasilitasi peziarah, meski dalam kenyataannya masih sangat menantang.
Menunggu ambulan tiba seringnya menjadi hal yang sia-sia. Lebih dari sekali Khaki menyebut ia harus menavigasi kerumunan puluhan ribu orang untuk membawa satu jamaah yang sakit kritis ke fasilitas darurat terdekat.
Fasilitas-fasilitas ini juga sering kewalahan. Banyak kelompok tidak memiliki dukungan medis dan sangat bergantung pada layanan lokal untuk membantu para peziarah yang lanjut usia atau sakit parah yang jatuh sakit.
Di luar Kawasan Suci, Haji juga merupakan urusan sosial yang besar. Kesempatan untuk bertemu dan menghabiskan waktu dengan saudara-saudari seiman dari seluruh dunia adalah waktu yang istimewa. Sementara menghadirkan Covid-19 dalam skenario ini bukan hal yang tepat untuk dipikirkan.
"Itu sebabnya, setelah hampir satu dekade sebagai dokter sukarela merawat 150 kelompok dan berpartisipasi dalam kamp untuk 50.000 hingga 60.000 peziarah selama masa tersibuk, saya merasa sedih untuk mengatakan pembatasan haji tahun ini adalah keputusan yang tepat," kata Khaki.
Bagi 2,5 juta jamaah, ibadah haji lebih dari sebuah kewajiban. Ziarah ini membawa pengalaman yang sangat emosional, membangkitkan semangat dan transformatif, mewakili puncak spiritual dari iman mereka.
Sangat disayangkan, untuk tahun ini banyak umat Muslim yang melewatkan pengalaman tersebut. Namun perlu diperhatikan jika Arab Saudi saat ini menjadi salah satu negara dengan wabah Covid-19 terbesar di Timur Tengah.
Lebih dari 161.000 kasus dinyatakan positif infeksi dengan lebih dari 1.300 kematian. Kondisi ini menggoda hadirnya potensi penyebaran global.
Membatasi jumlah jamaah haji juga masuk akal untuk sejumlah alasan logistik. Upaya yang perlu dilakukan organisasi sangat besar, termasuk langkah-langkah untuk melindungi jamaah atas Covid-19. Pelaksanaan haji 2020 tahun ini sangat sulit.
Dengan hadirnya hampir semua warga negara, peluang haji menjadi pusat infeksi global Covid-19 akan sangat besar. Langkah-langkah ketat harus diambil oleh negara-negara untuk mencegah penyebaran wabah dan bencana hubungan masyarakat yang potensial.
Dalam posisi berimbang, pembatasan haji tampaknya menjadi solusi yang dapat diterima semua pihak terkait.  Dan pada akhirnya, kebijaksanaan Nabi Muhammad SAW telah memberi penghiburan bagi banyak Muslim.
Ada satu nasihat-Nya yang diingat dan dibagikan secara luas pada saat ini, "Jika Anda mendengar wabah wabah di suatu negeri, jangan memasukinya, tetapi jika wabah itu pecah di suatu tempat ketika Anda berada di dalamnya, jangan tinggalkan tempat itu".
Terakhir, Khaki menyebut mematuhi panggilan Nabi Muhammad SAW untuk naik haji 1400 tahun yang lalu adalah prioritas. Namun dalam kondisi saat ini, nasihatnya tentang kesehatan dan keselamatan sama pentingnya. 
Sumber: https://www.independent.co.uk/voices/hajj-cancelled-saudi-arabia-mecca-pilgrimage-coronavirus-outbreak-a9591031.html
Share:

Umroh Januari 2026