Panggilan Suci

"Dengan penuh kerendahan hati, aku menyerahkan diriku seutuhnya. Labbaik Allahumma Labbaik."

Wukuf di Arafah

Wukuf di Arafah adalah panggung agung pengakuan dosa, di mana jutaan air mata tumpah membasahi Padang Mahsyar mini, mengharap ampunan tak bertepi dari Sang Pemilik Semesta.

Melempar Jumrah

Setiap kerikil yang jatuh saat melempar jumrah adalah deklarasi perang abadi terhadap godaan diri, bisikan dunia, dan segala bentuk kebatilan yang menghalangi jalan menuju keridhaan-Nya.

Menjadi tamu Allah di Masjidil Haram

"Alhamdulillah, Ya Rabb. Akhirnya kami bisa berfoto bersama di depan Baitullah yang mulia ini.."

Niat dan Persiapan (Awal Pendaftaran)

"Dengan menyebut nama Allah, kami memulai langkah administratif ini sebagai wujud kesungguhan hati untuk menyambut takdir berhaji."

6 Okt 2014

Hijir Ismail


Hijir Ismail


Hijir Ismail  juga disebut dengan Hijir Ka’bah, yaitu bagian yang ditinggalkan kaum Quraiys ketika pembangunan ulang Ka’bah dari fondasi Ibrahim.

Untuk menandai bahwa tempat tersebut bagian dari Ka’bah, mereka membuat pembatas (hijir) di atas tempat itu. Karena itulah dinamakan Hijir.

Akan tetapi, terdapat tambahan batas Baitullah padanya. Dalam hadits disebutkan, tambahan itu sepanjang tujuh hasta. Tempat ini pernah diikutkan lagi dalam bangunan Ka’bah oleh Ibnu Az-Zubair. Namun, tatkala dihancurkan Al-Hajjaj Ats-Tsaqafi, tempat ini kembali seperti ukuran semula.

Di Hijir (sekarang disebut Hijir Ismail) juga disebutkan terdapat kuburan Hajar, ibunda Ismail. Namun, kabar ini tidak pasti, sebagaimana ditegaskan para ulama.

Menurut Aram bin Al-Ashbagh, Hijir Ismail merupakan pinggiran Kota Madinah. Rahadiyah berkata, “Di hadapan Madinah ada sebuah desa yang disebut dengan Hijir. Di desa itu, terdapat beberapa mata air dan sumur-sumur milik Bani Sulaim secara khusus. Di hadapannya ada sebuah gunung yang tidak terlalu tinggi yang disebut Puncak Hijir.” (Atlas Haji & Umrah karya Sami bin Abdullah Al-Maghlouth)


Share:

5 Okt 2014

Rukun-Rukun Ka'bah


Rukun (sudut) Ka’bah yang mulia ada empat. Berikut urutan rukun Ka’bah yang sesuai urutannya ketika memulai thawaf: rukun Aswad yakni Hajar Aswad, Rukun Iraqi, Rukun Syami yang disebut pula dengan rukun Maghribi (sudut barat), dan Rukun Yamani.

Apabila disebut disebut rukun secara mutlak, berarti Rukun Aswad. Jika disebut dua rukun, berarti Rukun Aswad dan Rukun Yamani.

Pada masa Nabi Ibrahim, sisi antara Rukun Iraqi dan Rukun Syami berbentuk seperti busur, yaitu busur Hijir yang oleh sebagian orang disebut dengan Hijir Ismail. Pada masa Abdullah bin Zubair, rukun-rukun itu dijadikan persegi empat dan keberadaan mereka terus dipertahankan bersamaan dengan keberadaan Hijir.

Rukun Yamani
Yaitu, sudut Ka’bah yang menghadap ke arah barat daya. Di dalam Mu’jam Al-Buldan, Yaqut Al-Hamawi menyebutkan dari Qutaibah, bahwa seseorang dari Yaman bernama Ubay bin Salim telah membangunnya. Sebagian warga Yaman menyenandungkan nasyid yang berbunyi:
Kami memiliki sudut di Baitul Haram sebagai warisan
Yaitu sisa peninggalan Ubay bin Salim

Dulu Nabi Muhammad SAW melakukan istilam padanya sewaktu thawaf, lalu menyapunya dengan tangan tanpa menciumnya dan tidak pula mencium tangannya setelah beristilam.

Rukun Iraqi
Dinamakan demikian, karena menghadap ke arah Syam dan Maghrib. Rukun ini disebut pula dengan Rukun Maghribi. Antara rukun Syami dan Rukun Iraqi terdapat talang Ka’bah yang berhadapan dengan Hijir.

Talang adalah tempat saluran air hujan yang turun di atas atap Ka’bah. Di dalam Akhbar Makkah—melalui sebuah isnad yang shahih—Al-Azraqi meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Shalatlah kalian di tempat shalat orang-orang pilihan dan minumlah dari minuman orang-orang yang taat.”

Seseorang bertanya, “Apa itu tempat shalat orang-orang pilihan?” Di menjawab, “Di bawah talang.” Lantas, “Apa itu minuman orang-orang yang taat?” Dia menjawab, “Air Zamzam.”

Ibnu Abbas telah menafsirkan minuman orang-orang taat dengan air Zamzam, bukan seperti yang dikira oleh sebagian kalangan awam—semoga Allah memberi petunjuk kepada mereka—yang berusaha keras untuk meminum air hujan yang turun dari talang Ka’bah. (Atlas Haji & Umrah karya Sami bin Abdullah Al-Maghlouth)


Share:

4 Okt 2014

Bermalam di Muzdalifah




Muzdalifah adalah tempat jamaah haji diperintahkan untuk singgah dan bermalam setelah bertolak dari Arafah pada malam hari. Muzdalifah terletak di antara Ma’zamain (dua jalan yang memisahkan dua gunung yang saling berhadapan) Arafah dan lembah Muhassir.

Ma’zim Arafah disebut pula dengan Madhiq (jalan sempit). Pembatasan ini dinyatakan oleh sejumlah ulama, antara lain Asy-Syafi’i di dalam kitabnya, Al-Umm. 

“Batas Muzdalifah adalah dari Ma’zamain Arafah hingga perbatasan Muhassir yang mencakup semua tempat di sisi kanan dan kiri, depan dan belakang, jalan-jalan di sela-sela bukit dan pepohonan, semuanya termasuk Muzdalifah,” kata Syafi’i.

Muzdalifah disebut juga dengan Jama’ (perkumpulan). Dinamakan demikian, karena orang-orang berkumpul di sana. Ia merupakan Masy’aril Haram yang disebutkan Allah SWT dalam Alquran, “Bukanlah suatu dosa bagi kalian mencari karunia dari Rabb kalian. Maka apabila kalian bertolak dari Arafah, berdzikirlah kepada Allah di Masy’aril Haram. Dan berzikirlan kepada-Nya sebagaimana Dia telah memberi petunjuk kepada kalian; sekalipun sebelumnya kalian benar-benar termasuk orang yang tidak tahu.” (QS al-Baqarah: 198).

Sebagian ulama mengatakan Masy’aril Haram hanya suatu tempat di Muzdalifah, bukan seluruh wilayahnya. Dalam hadis Jabir yang panjang terdapat keterangan yang menunjukkan bahwa Masy’aril Haram itu adalah suatu tempat di Muzdalifah, bukan seluruhnya. 

Dia menjelaskan dalam hadisnya bahwa Nabi SAW singgah di Muzdalifah dan shalat Subuh di sana. Beliau menunggangi Al-Qashwa’ (unta Nabi) hingga tiba di Masy’aril Haram. Lalu beliau menghadap kiblat, berdoa, bertakbir, bertahlil, serta mengesakan Allah. Dan beliau tetap berhenti di sana.

Bermalam di Muzdalifah hukumnya wajib. Maka siapa saja yang meninggalkannya diharuskan untuk membayar dam. Dianjurkan untuk mengikuti jejak Rasulullah; bermalam hingga memasuki waktu shalat Subuh, kemudian berhenti hingga fajar menguning. Namun, tidak ada masalah untuk mendahulukan orang-orang lemah dan kaum perempuan. Setelah itu, bertolak ke Mina sebelum matahari terbit.

Muhassir adalah sebuah tempat di mana seseorang diharuskan untuk berjalan cepat, yaitu sebuah lembah yang terletak antara Mina dan Muzdalifah sesuai dengan batasnya, dan bukan termasuk wilayah keduanya.

Muhassir juga disebut “al-muhallal”. Sebab, setiba di sana, jamaah haji bertahlil dan mempercepat perjalanan mereka di lembah ini. Anjuran berjalan cepat karena tempat ini merupakan tempat berlindungnya para syetan. Oleh karena itu, jamaah haji dianjurkan untuk bergegas meninggalkannya.(Atlas Haji & Umrah karya Sami bin Abdullah Al-Maghlouth)
Share:

3 Okt 2014

Momen Haji Akbar yang Dinanti Calhaj


Pelaksanaan puncak haji atau Wukuf di Arafah yang tepat dilaksanakan pada Jumat (3/10) mendatang disebut  sebagai haji akbar. Jamaah calon haji Indonesia sangat antusias untuk mengoptimalkan ibadah di momen yang hanya terjadi tidak setiap tahun ini.
“Kebetulan hari Jumat itu hari yang sangat mulia dan bertepatan pada saat Nabi Muhammad SAW berhaji pada hari Jumat,” jelas Pembimbing Ibadah di PPIH Daker Madinah, Abdul Kholiq di Kantor Misi Haji Indonesia Daerah Kerja Makkah, Rabu (1/10).
Pada saat haji Akbar, kata dia, jumlah jamaah haji dari seluruh dunia terus membludak. Banyak jamaah dari seluruh penjuru dunia termasuk warga Arab Saudi sendiri berhaji untuk mengikuti jejak Rasulullah. Antusiasme mendapat haji akbar itu diperkuat oleh ada hadist yang menyatakan, pahala haji dilipatgandakan menjadi tujuh kali di momen tersebut.
Selain itu, pada saat haji akbar, doa-doa dari para jamaah haji bakal terkabul. "Tapi sebaiknya jangan bicara tentang pahala. Keistimewaannya adalah mengenang jejak Nabi Muhammad SAW. Jadi banyak doanya dikabulkan, berdoalah banyak-banyak di Arafah," kata Kholiq.
Namun untuk mendapatkan berkah haji akbar seluruh rukun dan wajib haji harus dipenuhi. Juga prosesi puncak haji dari Arafah-Muzdalifah-Mina. Menurut dia, sebenarnya banyak jamaah yang mengetahui perjalanan haji, tapi tidak tahu hikmah di balik perjalanan itu.
"Haji adalah wukuf di Arafah, jadi Habluminallah. Di situlah ketakwaan kita diuji, padang Arafah seperti padang Mahsyar," papar Kholiq.


tag:
umroh akhir tahun 
Share:

15 Agu 2014

Paket Umroh Bulan November 2014 $1575

Paket Umroh Bulan November

Paket Umroh Bulan Desember 2015

Halal Tour Travel meluncurkan Paket Umroh Bulan Desember 2015. Paket ini diadakan seiring meningkatnya keinginan Jamaah untuk berangkat Umroh setelah Bulan Haji berlalu. Informasi Paket Umroh Bulan Desember 2015 adalah sebagai berikut:

Harga Paket Umroh Bulan Desember 2015 adalah $1575
Sekamar untuk 4 Jamaah


Akomodasi Paket Umroh Bulan Desember 2015
Hotel Makkah   : MAIDA ALNADWA / SETARAF (sekitar 500 meter dari Masjidil Haram)
Hotel Madinah  : ILYAS GOLDEN / SETARAF (sekitar 100 meter dari Masjid Nabawi)
Jeddah              : City Tour

Itenary Paket Umroh Bulan Desember 2015
Keberangkatan December 
Hari Ke-1

Jakarta – Jeddah -  Madinnah
Berkumpul di Terminal II E Bandara Soekarno-Hatta, 4 jam sebelum keberangkatan menuju Jeddah. Tiba di jeddah dijemput dan langsung melanjutkan perjalanan menuju Madinah dengan bus. Check-in dan istirahat di Hotel.
Hari Ke-2

Madinnah
Ziarah ke Makam Rasulullah Saw beserta kedua sahabatnya, Abu Bakar Ash-Shiddieq dan Umar bin Khathab, Makam Baqi. Berkunjung ke tempat-tempat; Masjid Quba, Masjid Qiblatain, Jabal Uhud dan Pasar Kurma. Shalat berjamaah di Masjid Nabawi
Hari ke-3

Madinnah
Acara bebas, memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi.
Hari ke-4

Madinnah - Makkah
Setelah shalat dzuhur, bersiap-siap untuk berihram (mandi dan bersuci). Berangkat menuju makkah via Bir ‘Aly (miqot) untuk memulai ihrom. Tiba di Makkah check-in hotel dan selanjutnya ke Masjidil Haram untuk thawaf, sa’i dan tahallul.
Hari Ke-5

Makkah
Acara bebas, memperbanyak ibadah di Masjidil Haram.
Hari ke-6

Makkah
Ziarah ke tempat-tempat bersejarah di sekitar kota Makkah ; Jabal Tsur, Jabal Rahmah / Arafah, Muzdalifah, Mina, Jabal Nur dan Ja’ronah. Bagi yang ingin melaksanakan ibadah Umrah ke 2, bisa bermiqat di Masjid Ja’ronah. Kembali melewati pekuburan Al Ma’laa.
Hari ke-7
  
Makkah
Acara bebas, memperbanyak ibadah di Masjidil Haram.
Hari ke-8

Makkah – Jeddah– Jakarta
Setelah shalat zhuhur thawaf wada ’ dan bersiap -siap meninggalkan Makkah menuju Jeddah. City Tour Jeddah hingga tiba saat nya tiba ke airport king abdul Aziz jeddah kembali ke tanah air.
Hari ke-9

Jakarta
Tiba kembali di bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Terima kasih atas kepercayaan anda untuk beribadah Umrah bersama kami.
https://mail.google.com/mail/u/0/images/cleardot.gif
AKOMODASI HOTEL
KOTA
PAKET REGULER
MADINAH
ELYAS GOLDEN / SETARAF  (3 MALAM)
MAKKAH
MAYDA AN NADWA / SETARAF (4 MALAM)
JEDDAH
CITY TOUR
HARGA PAKET
QUAD
USD. 1.575





















Informasi lebih lanjut  mengenai Paket Umroh Bulan November 2014, Hubungi :
Halal Tour Travel : Telp. 021-40057135 / 08788 441 2164 (Rahmad - Pembimbing Umroh) 

Share:

Umroh Januari 2026