Panggilan Suci

"Dengan penuh kerendahan hati, aku menyerahkan diriku seutuhnya. Labbaik Allahumma Labbaik."

Wukuf di Arafah

Wukuf di Arafah adalah panggung agung pengakuan dosa, di mana jutaan air mata tumpah membasahi Padang Mahsyar mini, mengharap ampunan tak bertepi dari Sang Pemilik Semesta.

Melempar Jumrah

Setiap kerikil yang jatuh saat melempar jumrah adalah deklarasi perang abadi terhadap godaan diri, bisikan dunia, dan segala bentuk kebatilan yang menghalangi jalan menuju keridhaan-Nya.

Menjadi tamu Allah di Masjidil Haram

"Alhamdulillah, Ya Rabb. Akhirnya kami bisa berfoto bersama di depan Baitullah yang mulia ini.."

Niat dan Persiapan (Awal Pendaftaran)

"Dengan menyebut nama Allah, kami memulai langkah administratif ini sebagai wujud kesungguhan hati untuk menyambut takdir berhaji."

22 Feb 2012

Pada Saat Ibadah Haji, Jangan Lupa Bawa Perlengkapan ini.

Waktu sebulan selama ibadah haji memang tidak singkat. Dibutuhkan perbekalan yang mencukupi kebutuhan. Jangan sampai kekhusyukan ibadah berkurang karena kehabisan bekal atau ada bekal yang tertinggal.
Berikut ini daftar barang-barang yang cukup penting manfaatnya. Tapi jangan khawatir, karena apabila tidak dibawapun, tidak akan mengakibatkan masalah. Namun, Keberadaan barang-barang ini bisa memberikan rasa kepuasan anda dalam beribadah. Apa saja barang tersebut? Berikut di antaranya.
Buku – buku
1. Al Qur’an kecil. Sangat penting jika mempunyai target mengkhatamkan Al Quran. Mengandalkan Al Quran yang tersedia di masjid menjadi kurang efisien karena digunakan oleh banyak orang sehingga batas waktu membacanya bisa berubah.
2. Rangkuman do’a-do'a. Sangat membantu untuk mengingat doa yang ingin kita lakukan.
3. Bahan Bacaan manasik haji. Sangat bermanfaat untuk memandu ibadah haji, terlebih bagi jamaah haji yang masih baru pertama kali ke tanah suci.
4. Notes / buku catatan serta balpoinnya. Sangat bermanfaat untuk mencatat denah lokasi pemondokan, pintu masuk-keluar masjidil haram, nomor telepon petugas haji, atau catatan harian sebagai bahan cerita.

Peralatan pendukung harian
1. Kamera digital atau camcorder. Sangat penting untuk mendokumentasikan perjalanan ibadah haji.
2. Memory card cadangan. Digunakan jika memory yang kita miliki habis, padahal, masih banyak hal-hal yang akan kita dokumentasikan
3. Handphone dan charger-nya.
4. Tempat air. Usahakan yang ada tali penggantungnya.
5. Gantungan baju berbahan kawat. Penting untuk menghemat tempat saat menjemur pakaian.
6. Deterjen dan sabun cair untuk mencuci baju dan piring.
7. Gunting kecil.
8. Tali untuk menggantung baju secukupnya.
9. Tas ransel. Sangat dibutuhkan selama perjalanan ke Armina.
10. Peralatan cukur (sewing kit).
11. Senter dan baterai cadangannya.
12. Kabel listrik ekstensi, sekitar 2 meter. Kita perlukan untuk menyetrika, atau chas HandPhone.
13. Kaca mata hitam. Berguna untuk menahan cahaya berlebih serta menghindari debu saat di padang pasir.
14. Payung kecil.
15. Palu kecil dan paku untuk membuat gantungan dsbnya.
16. Sikat cuci baju dan spons untuk mencuci alat makan.
17. Pemanas air portable 350 watt. Sangat diperlukan saat ingin membuat minuman hangat atau memasak bubur/mi instan.

Info Terkait :

Perlengkapan Yang Perlu Dibawa Wanita Pada Saat Haji

Barang yang Wajib dibawa Pada Saat Ibadah Haji

Tips Menata Barang Bawaan Saat Berhaji

Tips Haji: Tandai Koper Anda

Paket Umrah Ramadhan


Share:

Layanan Badal Haji

HAJI BADAL yaitu menunaikan ibadah haji untuk orang lain yang telah tidak mampu lagi melaksanakan ibadah haji ataupun telah meninggal dunia. orang yang telah memunaikan ibadah haji untuk dirinya sendiri, bisa membadalkan haji untuk orang lain.

Kami menyediakan tenaga perwakilan di Makkah Al-Mukaromah yang siap untuk membadalkan haji dan tentunya yang membadalkan adalah orang yang telah berhaji serta mempunyai pengalaman serta ilmu Islam dalam melakukan Badal haji.

Untuk Informasi Jasa badal haji ini cukup hubungi 021-40487788 atau 087884412164.

Info seputar badal haji


===== Haji Plus, Umrah
Share:

Perlengkapan Yang Perlu Dibawa Wanita Pada Saat Haji


Apa Saja Yang Perlu Dibawa Bagi Wanita Yang Akan Menunaikan Ibadah Haji 


Melakukan perjalanan haji selama satu bulan memerlukan persiapan yang matang. Tentu saja, selain mental dan ilmu seputar ibadah haji dan wilayah yang akan dituju, masalah perbekalan juga menjadi urusan yang penting diperhatikan. Nah, apalagi untuk wanita.
Meski agak ribet, tips-tips berikut bisa membantu para wanita saat mempersiapkan perbekalan selama satu bulan haji.

Pakaian
1. Baju ihram. Siapkan baju ihram sebanyak 2 set. Untuk keperluan yang langsung
dipakai dan sebagai ganti.
2. Baju atasan non ihrom sebanyak 3 buah. Usahakan baju yang panjang (selutut)
dan tidak ketat.
3. Celana panjang sebanyak 3 buah. Agar tidak mudah kotor pilih yang berwarna
gelap dan mudah digulung. Selain itu, usahakan tidak membayang/menerawang.
4. Jaket 1 buah, untuk mengantisipasi angin dan udara dingin, terutama saat
malam hari.
5. Kerudung panjang, 2 buah.
6. Kaos kaki 3 pasang.
7. Pakaian dalam 6 stel.
8. Disposible panties 2 pak. Digunakan untuk meminimalisasi bawaan pakaian dalam
kotor selama perjalanan.
9. Pantyliners 2 pak
10. Pembalut wanita secukupnya, disesuaikan dengan kebiasaan masa haid.
11. Tutup kepala ala ninja 1 buah, berguna untuk menghindari angin, udara dingin,
dan nyamuk.

Alas kaki
1. Sepatu kets tak bertali.
2. Sandal gunung.
3. Sandal jepit.

Peralatan tidur
1. Pakaian tidur 2-3 stel. Usahakan bukan yang berbentuk daster agar tidak mudah
tersingkap saat tidur. Apalagi jika dalam satu tenda ada jamaah laki-lakinya.
2. Kain panjang 2 lembar, berguna sebagai selimut dan alas tidur.
3. Sarung bantal 2 lembar.

Peralatan ibadah
1. Sajadah tipis 1 buah.
2. Atasan mukena buah.

Perawatan tubuh dan wajah
1. Pelembap wajah.
2. Tabir surya.
3. Pelembap tubuh.
4. Pelembap bibir.
5. Bedak.
6. Face spray.
7. Sikat gigi ukuran travel.
8. Sabun mandi, usahakan yang mengandung pelembap.
9. Pasta gigi.

Obat-obatan.
Obat-obatan yang bisa dibawa di antaranya obat sakit kepala, krim untuk pegal-linu, dsbnya. Sediakan pula obat khusus rekomendasi dokter bagi Anda yang mengidap penyakit khusus seperti diabetes, hipokolesterol, asam urat, dll.

Nah, itulah—setidaknya—yang perlu disiapkan jamaah haji wanita. Bisa juga ditambahkan makanan kering yang tahan lama. Lumayan, untuk menghemat pengeluaran di tanah suci. Yang terpenting, jangan sampai barang bawaan melebihi kapasitas maksimal yang diperbolehkan.


== Haji Plus, Umroh
Share:

Tips Menata Barang Bawaan Saat Berhaji

Melakukan perjalanan selama sebulan membutuhkan cukup banyak bekal. Meski bekal terbaik adalah takwa, bekal kebutuhan sehari-hari penting juga untuk dipenuhi.

Untuk memudahkan penataan barang-barang bawaan saat haji, pihak penerbangan menyediakan 3 macam tas untuk setiap calon jamaah ONH plus haji. Ketiga tas tersebut berupa 1 Tas Paspor, 1 Tas Tentengan, dan 1 Tas Koper. Inilah tas-tas yang wajib dibawa. Jamaah haji tidak diperbolehkan membawa selain ketiga tas tersebut, kecuali tas kecil bagi jamaah haji wanita.

Pembatasan jumlah tas ini dimaksudkan agar mempermudah aktivitas perjalanan haji. Di samping itu, pembatasan ini juga berguna untuk menghindari hilangnya barang bawaan karena terselip dan lupa. Nah, ketiga macam tas tersebut akan diperoleh jamaah haji lewat Depag setempat setelah melunasi BPIH.

Beragam jenis barang yang dibawa tentunya cukup menguras otak. Bagaimana menempatkannya dalam ketiga macam tas tersebut. Memang, salah menempatkan bisa membuat urusan di jalan menjadi tidak nyaman. Sebagai contoh, tas koper haji akan dibawa tersendiri ke maktab masing-masing. Adapun yang dibawa jamaah adalah tas tentengan dan tas paspor.

Agar tidak bingung menempatkannya, berikut ini tips penataan barang bawaan sesuai dengan tas yang telah ditetapkan oleh pihak penerbangan. Penataan ini bersifat pilihan saja, tidak mengikat, dan bisa disesuaikan dengan barang yang dibawa jamaah haji.

Barang bawaan di Tas Paspor jamaah haji

1. Foto Copy BPIH & Kartu Keluarga, masing-masing 1 lembar.
2. Buku Doa Manasik, 1 buah.
3. Uang, seperlunya.
4. Pas Foto ukuran 3 x 4, 4 lembar.
5. Balpoin, notes untuk catatan, serta nomor telepon penting, masing-masing 1 buah.

Barang bawaan di Tas Tentengan
1. Seragam Haji Nasional, 1 stel.
2. T-Shirt/ Daster/ Baju tidur, 1 stel.
3. Sarung/ Mukenah, 1 stel.
4. Sajadah tipis, 1 stel.
5. Pakaian dalam, secukupnya.
6. Peralatan mandi: sabun, sikat gigi, pasta gigi, handuk kecil, 1 stel.
7. Buku Manasik dan doa sesuai dengan tuntunan Rasulullah.
8. Obat-obatan penting, secukupnya.
9. Kamera tustel/ digital dan Baterai, secukupnya.
10. Sandal jepit, 1 pasang.
11. Kain Ihram dan sabuk/Baju Ihram (untuk jamaah Gelombang II), 1 stel.

Barang bawaan di Tas Koper

1.      Baju muslimah/ Baju takwa, 3 stel.
2.      Celana panjang (sirwal), 2  stel.
3.      Celana pendek, 1 stel.
4.      Celana dalam (CD)/ Kaos dalam/ Singlet, secukupnya.
5.      T-Shirt/ Kaos/ Daster, 2 stel.
6.      Sandal jepit, 2 pasang.
7.      Piring, Gelas, Sendok, 1 set.
8.      Kain Ihram, 3 helai.
9.      Baju Ihram untuk Ibu-ibu (diutamakan warna gelap), 2 stel.
10.      Sabuk hijau/ ihram, 1 buah.
11.      Hanger/ Jepit pakaian/ Peniti, Karet gelang, Tas kresek, secukupnya.
12.      Sarung/ Mukenah, 1 buah.
13.      Tali plastik/Tampar (bikin jemuran), 15 meter.
14.      Paku beton (untuk membuat centelan di kamar), 5 buah
15.      Gunting kecil dan/atau alat potong kuku, alat cukur kumis, masing-masing 1 buah.
16.      Bahan makanan kering (Dendeng, abon, sambal goreng tempe, mi instan, bumbu pecel, saos

sambel, kecap, saos tomat, kopi instan, susu sachet, teh, gula, dll.), secukupnya.
17.      Obat-obatan umum dan sesuai ketluhan, secukupnya.
18.      Lampu senter, 1 buah.
19.      Payung lipat kecil, 1 buah.
20.      Perlak atau alas plastik untuk wukuf, 2 meter.
21.      Pisau dapur untuk suami / istri cukup, 1 buah.
23.      Selotip besar/ Lakban, 1 buah.
24.      Deterjen, sabun cuci piring, sikat baju, dan spon,secukupnya.
25.      Tissu, kain serbet, secukupnya.
26.      Sambungan kabel, rol film, baterai, spidol besar, cukup 1 per regu.
27.      Jarum benang, benang, 1 per regu.
28.      Palu untuk satu rombongan, 1 buah.
29.      Termos air panas kecil untuk di mudzdalifah, 1 buah.
Share:

21 Feb 2012

Hukum Menggunakan Dana Talangan Untuk Haji dan Umroh


Semoga Allah memberikan rahmat untuk kita semua
  1. Kalau didudukkan perkaranya, maka Talangan paket haji adalah upaya untuk membuat seseorang memiliki kemampuan untuk berhaji.
  2. Persoalannya adalah apakah talangan haji masuk katagori berhutang?. Jelas masuk katagori berhutang. Dalam hal ini berlaku padanya hukum untuk meminta ijin kepada yang memberikan hutang jika ia mau berangkat haji. Faktanya justru pihak bank yang memberikan fasilitas, berarti ia telah mengijinkan.
  3. Jika demikian dalam kasus talangan haji ini
    a. Jika sesorang secara financial memiliki kepastian untuk membayar talangan dimasa yang akan datang, misalnya karena gaji yang cukup, atau penghasilan lain yang stabil, dan sudah barang tentu masuk dalam perhitungan bank pemberi talangan, maka baginya dapat dikatagorikan sebagai mampu untuk berhaji.
    b. Tapi jika ia tidak memilki kepastian melunasinya dan tentu bank tidak akan memberikan talangan pada nasabah yang demikian itu, ia belum dikategorikan sebagai mampu berhaji.
  4. Persoalan lain mungkin muncul yakni apakah seseorang disarankan untuk mencari talangan agar dapat segera berhaji, jawabannya, secara hukum tidak disarankan karena pada saat itu sebenarnya ia belum mampu (lihat al-fiqh al-Islami : 3/2085), Tetapi secara adab dan ketaqwaan bisa saja dengan catatan ia memiliki kecukupan untuk melunasinya dari gaji.

=== Haji Plus, Umroh
    Share:

    Umroh Januari 2026