Panggilan Suci

"Dengan penuh kerendahan hati, aku menyerahkan diriku seutuhnya. Labbaik Allahumma Labbaik."

Wukuf di Arafah

Wukuf di Arafah adalah panggung agung pengakuan dosa, di mana jutaan air mata tumpah membasahi Padang Mahsyar mini, mengharap ampunan tak bertepi dari Sang Pemilik Semesta.

Melempar Jumrah

Setiap kerikil yang jatuh saat melempar jumrah adalah deklarasi perang abadi terhadap godaan diri, bisikan dunia, dan segala bentuk kebatilan yang menghalangi jalan menuju keridhaan-Nya.

Menjadi tamu Allah di Masjidil Haram

"Alhamdulillah, Ya Rabb. Akhirnya kami bisa berfoto bersama di depan Baitullah yang mulia ini.."

Niat dan Persiapan (Awal Pendaftaran)

"Dengan menyebut nama Allah, kami memulai langkah administratif ini sebagai wujud kesungguhan hati untuk menyambut takdir berhaji."

21 Jan 2012

Rindu Haji dan Umrah

Banyak orang yang ingin sekali naik haji dan umrah. Tentunya Kita juga kan ?
Bagi  yang sudah pernah pun, mungkin hati masih rindu ingin kembali ke tempat suci ini.
Baitullah yang menjadi arah kiblat umat muslim seluruh dunia 5x sehari dan 365 hari setahun selama seumur hidup Kita.
Tempat dimana ibadah Anda disempurnakan.
Tempat dimana syarat Anda sebagai muslim di sempurnakan.

Coba bayangkan Anda di depan ka'bah
Labbaikallahumma labaik
Aku penuhi panggilanMu ya Allah.......


Informasi dan Pendaftaran Haji/Umrah
Hub : Rahmad Arifudin
021-40487788, 087884412164

Kami siap melayani perjalanan ibadah Anda sebagai Tamu Allah SWT.
Share:

Tips Jaga Keamanan Selama Haji

Berikut Tips yang bisa menjadi panduan agar aman selama menjalankan bdah haji:
1. Bila ingin keluar pemondokan, pergilah secara rombongan. Selain aman, terjaga, juga dapat saling mengingatkan.
2. Hafalkan jalan saat keluar pemondokan. Jika tidak hafal, besar kemungkinan mudah tersesat. Jka tersesat, carilah petugas yang ada.
3. Jangan mudah percaya pada orang yang baru dikenal. kadang penipu atau penjahat yang beroperasi di Masjidil Haram adalah orang Indonesia juga.
4. Jangan menitip barang kepada orang yang baru dikenal. Titiplah pada rekan-rekan serombongannya saja. Ini penting untuk mencegah penipun.
5. Jangan bahwa uang dalam jumlah besar bila sendirian. Cukup bawa uang 50 real saja,
6. Di sekitar pelataran Masjidil Haram juga ada sektor khusus yang menangani persoalan jamaah seperti tersesat jalan.
Share:

Tips Hindari Tersesat Saat Haji/Umrah

Anda yang saat ini akan berangkat ke tanah suci untuk menunaikan rukun Islam kelima, pasti ingin beribadah haji atau umrah dengan sesempurna mungkin dan tiada gangguan.

Jika demikian, anda sebaiknya mempersiapkan semua hal hingga sedetil mungkin. Termasuk, jangan sampai anda tidak kehilangan arah saat keluar atau menuju tempat pemondokan.

Bagaimana agar kenyamanan beribadah tidak terganggu oleh hal tersebut? Ada beberapa hal yang bisa diikuti dan diterapkan.

Berikut adalah tips yang bisa anda ikuti:


Yang pertama, jangan pernah lupa menghafalkan lokasi pondokan atau hotel yang menjadi tempat tinggal anda di tahah suci. Lihat sekeliling tempat pondokan baik di Madinah atau Mekkah atau tenda anda ketika di Mina. Lihat apakah ada tanda-tanda khusus di dekat pondokan anda seperti mesjid atau gedung-gedung lainnya.

Fungsinya, agar jika anda keluar dari pondokan, anda tidak terlalu kesulitan menemukan kembali jalan pulang. Biasanya, menghafal lokasi pondokan tidak terlalu sulit dilakukan bagi jamaah yang berusia muda. Namun, tidak bagi yang berusia lanjut.

Jika pun memang lokasi pondokan tetap tidak bisa dihafalkan, ada cara lain yang bisa anda lakukan. Yakni, dengan mencatat nomor telepon atau kontak pimpinan rombongan atau pembimbing haji rombongan anda.

Cara ketiga yang bisa anda lakukan jika kesulitan menemukan jalan pulang, adalah dengan membiasakan berangkat untuk bepergian bersama rombongan jamaah haji. Biasanya, dengan cara ini, jamaah akan terjamin keberadaannya karena selalu ditemani oleh pemandu. Namun demikian, meski cara ini menjamin jamaah tidak tersesat, tetap saja harus diwaspadai hal-hal terhadap hal itu.

Karenanya, jika anda sudah bersama rombongan dan ternyata masih saja kesulitan mencari jalan pulang dan bahkan tersesat, tidak ada salahnya jika anda mengikuti cara berikutnya yaitu dengan mengikuti jamaah haji lain yang sama-sama berasal dari Indonesia.

Dengan mengikuti jamaah yang sama dari Indonesia, anda diharapkan bisa lebih mudah berkomunikasi dan menjelaskan kesulitan anda dalam menemukan jalan pulang. Cara ini memang sangat familiar dilakukan, karena memang dianggap mudah untuk dilakukan oleh para jamaah.

Jika memang cara-cara yang disebut di atas tersebut masih saja membuat anda kesulitan menemukan jalan pulang dan bahkan tersesat, ada baiknya dicoba juga cara berikutnya, yaitu dengan mencari petugas haji yang ada di sekitar tempat anda tersesat. Dengan mencari petugas, dipastikan anda akan mendapat penjelasan soal arah pulang dan tempat tinggal yang anda tidak hafal.

Atau, jika memang petugas yang anda perlukan itu tidak kunjung ditemukan, sebaiknya anda harus selalu bersiaga membawa tanda pengenal sebelum berangkat dari hotel.

Dengan membawa tanda pengenal, seharusnya anda bisa lebih mudah dalam menemukan jalan pulang karena orang-orang akan mengetahui dari mana anda berasal.[Ant]




Penyebab Tersesat

Tersesat merupakan kasus terbesar yang dialami para jamaah ketika berhaji. Adapun alasan mereka tersesat adalah sebagai berikut.

• Pintu Berbeda

Jangankan bagi jamaah yang baru pertama kali menunaikan ibadah haji, jamaah yang sudah lebih lima kali saja masih sering tersesat, terutama saat berada di Masjidil Haram. Hal ini bisa dimaklumi karena memang jumlah pintu Masjidil Haram ada 94 pintu. Kebanyakan mereka yang tersesat karena berbeda pintu ketika masuk dan saat keluar.

• Usia Jamaah

Walaupun jamaah yang berusia lanjut tidak selalu akan lebih mudah tersesat dibanding dengan jamaah haji yang masih muda usia, namun memang begitu faktanya. Mayoritas jemaah yang tersesat berusia 60 tahun ke atas. Sedangkan rombongan jamaah haji asal Indonesia memang didominasi jamaah berusia lanjut (60 tahun), yaitu sekitar 60%.

• Bepergian Seorang Diri

Masih banyak jamaah haji yang bepergian seorang diri karena suatu urusan, seperti mengambil sandal yang dititipkan di tempat penitipan sandal yang terletak jauh di luar. Padahal, untuk mengambil sandal tersebut harus antri dengan ratusan jamaah lainnya dengan risiko mengambil jalan yang salah saat kembali.

• Terlalu Jauh Meninggalkan Tenda

Biasanya hal ini terjadi saat melempar jumroh di Mina. Kondisi area perkemahan yang sangat luas dengan jalan-jalannya yang rumit serta hamparan ribuan tenda yang hampir sama, sangat memungkinkan membuat jamaah bingung saat ingin kembali tenda. Oleh karenanya, jangan sendirian dan jangan terlalu jauh meninggalkan tenda.
Share:

20 Jan 2012

Kendalikan Gula Darah Sebelum Berangkat Haji

Penyakit Gula Darah (Diabetes Mellitus) bukanlah penghalang dalam melakukan Ibadah Haji. Persiapan kesehatan harus dilakukan sebelum ibadah haji dilakukan.
Berikut Tips Sehat bagi penderita DM:
1. Periksa dan kontrollah DM sebelum berangkat.
2. Pada saat menerima pembagian makanan, kurangi Porsinya, sesuaikan dengan Porsi konsumsi sehari-hari.
3. Untuk menjaga gula darah (yang sudah terkontrol selama di tanah air), Makanlah sesuai porsi selama di tanah air.
4. Minumlah obat pengontrol gula darah secara teratur, sesuai petunjuk dokter
5. Sesuai saran dokter. minumlah obat setelah makan.
6. Untuk jaga-jaga, bawalah permen disaku. Jika gula darah drop, permen bisa dimakan
7. Ceklah gula darah 1-2 kali seminggu. Bawalah alat cek gula darah, jika tidak punya, bisa ke pos kesehatan
7. Untuk pasien DM yang rutin mengkonsumsi insulin, jelas Dante, jangan malu untuk menyuntikkan insulin jika waktunya untuk suntik. “Penyuntikan insulin tidak membatalkan wudhu,” ujarnya.
8. Bagi penderita DM berat yang sudah rutin menggunakan insulin disarankan untuk mempunyai pendamping atau partner. Atau jamaah bisa melaporkan kondisi penyakitnya kepada kepala regu atau teman terdekat. Hal ini sangat membantu jika sudah jamaah sudah mulai tak sadar seperti plin plan, orang di dekatnya sudah bisa deteksi dan bisa segera memberikan pertolongan.

Tanda-tanda pasien Hypoglikemi (drop): 
- keluar keringat dingin,
- terasa mual,
- penglihatan mata berkunang-kunang.

Tanda-tanda pasien Hyperglikemi (meningkat): 
- buang air kecil terus menerus. Minumlah yang banyak, supaya tidak dehidrasi dan darah menjadi kental

Jika 2 tanda ini terasa, segeralah ke posko kesehatan.

Info lebih lanjut, hubungi 021-40487788
Share:

Tips Mata Tidak Kering

Para jamaah lansia (diatas 4o tahun) umumnya sering merasa matanya kering (terasa sepet atau mengganjal).

Mata kering bisa disebabkan oleh:
1. Perubahan hormon, karena proses degenerasi atau penuaan fungsi organ tubuh manusia dan penyakit kekebalan tubuh.
2. Lingkungan tidak kondusif, yaitu dalam suhu yang ekstrim, terlalu panas atau terlalu dingin, seperti suhu udara di Arab Saudi yang mencapai 40 derajat celsius tertinggi dan di bawah sepuluh derajat Celsius terendah.
3. Kondisi kelembaban yang rendah juga memicu penguapan lebih besar. Arab Saudi termasuk negara yang memiliki kelembaban rendah sebesar 13-14 persen. Penguapan yang tinggi akan menyebabkan lapisan air pada tear film mata, yang disebut akuos, menguap. Dan apabila lapisan lipid (lemak) yang melindunginya sudah tidak ada, si penderita akan merasa matanya kering, gatal, mengganjal terkadang disertai dengan mata merah (iritasi).

Tips Pengobatan gangguan mata:
1. Pakai tetes mata (ada di apotek). Lansia wajib bawa.
2. Jangan mengucek mata, karena jika benda asing itu tajam akan akan menggores kornea. Untuk pertolongan sementara, dapat mencuci mata dengan air bersih dengan cara diguyur agar benda asingnya ikut terbawa air. Bila ternyata benda asing tidak keluar juga, minta pertolongan dokter untuk mengeluarkannya.
Share:

Umroh Januari 2026