![]() |
| Pakistan akan mengembalikan dana haji calon jamaah yang gagal berangkat. Jamaah haji asal Pakistan tiba di Bandara AMA |
Pakistan Pastikan Segera Kembalikan Dana Jamaah Haji
REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD – Kementerian Agama dan Keharmonisan Antaragama Pakistan memutuskan untuk mengembalikan dana skema haji pemerintah atau haji reguler tahun ini kepada jamaah.
Jamaah haji dari berbagai negara tidak diperbolehkan mengikuti pelaksanaan haji tahun ini untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Juru Bicara Kementerian Agama Pakistan mengatakan bahwa sejumlah bank yang ditunjuk akan mulai mengembalikan uang haki yang disetor jamaah dana haji pada 2 Juli.
"Semua pemohon haji yang berhasil dari skema pemerintah mendapat informasi tentang pembayaran kembali jumlah dana mereka dengan mengirim pesan ke ponsel setiap jemaah haji," kata juru bicara Kementerian Agama Pakistan seperti dilansir Associated Press of Pakistan pada Senin (29/6).
Untuk mengambil kembali dananya, jamaah harus mendatangi cabang bank masing-masing tempat menyetorkan dana haji dengan membawa kartu identitas dan kwitansi bank bukti setoran iuran haji untuk pengembalian dananya.
Untuk pengembalian dana melalui cek bankir, ketua kelompok harus datang ke bank dengan membawa dokumen asli jamaah haji kelompoknya. Bila terdapat cabang perbankan yang tutup, dana jamaah akan dikembalikan melalui bank cabang lain yang ditunjuk.
Ada sebanyak 179.210 umat Muslim Pakistan yang terdaftar menjadi calon jamaah haji tahun ini. Diantaranya 107.526 orang merupakan jamaah skema haji Pemerintah atau reguler dan 71.684 orang merupakan jamaah skema haji swasta.
Untuk paket haji reguler per jamaah wilayah Utara sebesar 463.445 Rupee Pakistan tanpa hewan kurban dan 486.270 Rupee Pakistan dengan hewan kurban.
Sedang untuk wilayah Selatan 455.695 Rupee Pakistan tanpa hewan kurban dan 478.520 Rupee dengan kurban.
Jumlah Jamaah Haji 10 Ribu Orang, Ini Rincian Pembagiannya
![]() |
| Jumlah Jamaah Haji 10 Ribu Orang, Ini Rincian Pembagiannya |
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Essam bin Abed Al-Thaqafi, mengatakan kuota jamaah haji 1441H/2020M dibatasi hanya berkisar sepuluh ribu. Menurutnya, sebagian besar dari kuota tersebut diperuntukan bagi warga asing atau ekspatriat yang berdomisili di Arab Saudi.
“Dari 10.000 kuota haji tahun ini, sepertiganya untuk warga negara Saudi, sisanya untuk ekspatriat,” ujar Essam bin Abed saat bertemu Menteri Agama Fachrul Razi di kantor Kementerian Agama, Jakarta, dalam keterangan yang didapat Republika, Ahad (28/6).
Biasanya setiap tahun, tidak kurang dari dua setengah juta umat Islam menjalankan ibadah haji. Namun, untuk tahun ini, kuota jamaah dibatasi hanya berkisar sepuluh ribu, itupun hanya untuk warga Saudi dan ekspatriat yang ada di Saudi.
Pembatasan tersebut, kata Essam, disebabkan alasan keselamatan di tengah pandemi Covid-19. Kerajaan Arab Saudi ingin menjaga keselamatan jamaah di tengah pandemi. Dengan kuota terbatas, lebih bisa dikendalikan jika ada kejadian yang tidak diinginkan.
“Bagi jamaah yang diizinkan berhaji, harus tunduk pada protokol kesehatan yang sangat ketat. Tindakan preventif akan dilakukan juga untuk mencegah Covid,” lanjutnya.
Essam menambahkan, Pandemi Covid-19 terjadi di seluruh negara di dunia. Karenanya, Saudi mengambil keputusan untuk meniadakan keberangkatan jemaah dari seluruh negara.
Bersamaan dengan pertemuan itu, Menag Fachrul Razi juga membahas perihal antrean jamaah di Indonesia yang sangat panjang. Rata-rata masa tunggunya mencapai 20 tahun.
Untuk itu, Menag berharap Kerajaan Saudi dapat menambah kuota haji Indonesia. Dengan harapan, hal itu dapat memperpendek antrean jamaah.
“Mudah-mudahan tahun depan ada tambahan kuota haji untuk Indonesia. Daftar tunggu di Indonesia ada yang sampai 40 tahun. Begitu semangatnya orang Indonesia yang ingin beribadah haji,” ujar Menag.
Dubes Essam mendoakan apa yang disampaikan Menag bisa terlaksana. Menurutnya, Arab Saudi tengah mencanangkan visi 2030. Salah satu visinya adalah meningkatkan kapasitas kuota jamaah haji dari luar negeri hingga mencapai lima juta.
“Dengan bertambahnya kuota jemaah haji yang berangkat, itu akan meningkatkan jumlah kuota haji Indonesia. Semoga kuota haji Indonesia bisa bertambah,” ucap Essam.
Konpres Bersama: Ini Syarat dan Kuota Jemaah Haji Domestik Untuk Tahun Ini
Menteri Kesehatan Arab Saudi, dr. Tawfiq Al-Rabiah, memperjelas keputusan pelaksanaan haji tahun ini hanya untuk jemaah dalam negeri Arab Saudi, demi untuk menjaga keselamatan umat Islam.
Hal tersebut disampaikannya dalam konferensi pers bersama, Selasa (23/6), dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Dr. Muhammad Saleh Benten.
Dalam kesempatan tersebut Menkes Tawfiq mensyaratkan haji tahun ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang berusia kurang dari 65 tahun dan tidak memiliki riwayat penyakit kronis apa pun.
Setiap calon jemaah haji diharuskan menjalani tes corona sebelum berangkat dan setelah menunaikan haji harus menjalani karantina mandiri selama 14 hari.
Dia menyatakan bahwa virus Corona terus menyebar dan jumlah yang terinfeksi mencapai lebih dari 8 juta di seluruh dunia, tanpa ditemukan vaksin hingga saat ini.
dr Tawfiq juga menekankan penerapan “protokol kesehatan dan langkah-langkah ketat untuk jemaah haji tahun ini.”
Selain jemaah haji, seluruh panitia dan pekerja haji, juga akan menjalani tes Corona dan tetap dipantau selama manasik berlangsung.
Menteri Kesehatan Saudi mengungkapkan bahwa “sebuah rumah sakit terpadu sedang dipersiapkan untuk keadaan darurat apa pun selama manasik haji,” sambil memastikan pengembangan “protokol medis untuk musim haji.”
Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah Saudi, mengatakan: “Kami memiliki rencana implementasi yang khusus untuk haji tahun ini.”
Menanggapi pertanyaan dari media, Benten menjelaskan bahwa “pelaksanaan haji akan aman, sehat, dan penjagaan terhadap keselamatan.”
Dr. Muhamed Shaleh membantah kemungkinan adanya jemaah haji dari luar negeri, meskipun jika mereka melakukan tes Corona, dipastikan tidak ada pengecualian apapun untuk menerimanya.
Dia menyampaikan bahwa jumlah jemaah haji akan sangat terbatas, diperkirakan jumlahnya tidak akan lebih dari 10 ribu orang.
Untuk kriteria jamaah haji domestik, Menteri Haji dan Umrah Saudi menjawab: “Kami akan berkoordinasi dengan wakil diplomatik untuk pendaftaran jemaah haji mereka.”
Benten mengatakan, “penerapan langkah-langkah social distancing selama manasik haji dan menghindari kerumunan massa.” (Sumber: alarabiya)













