• 🏆 Haji Plus 2026

    Wujudkan impian berhaji lebih cepat bersama travel yang amanah dan terpercaya.

  • 🕋 Umroh 2026

    Pilihan paket lengkap dengan harga terbaik, maskapai premium, hotel nyaman, dan pelayanan maksimal.

  • ⭐ Mengapa Memilih Kami?

    Legalitas resmi - Berpengalaman - Ribuan jamaah - Harga transparan - Pembimbing profesional - Pelayanan hingga pulang

  • 📖 Panduan Haji Dan Umroh

    Persyaratan pendaftaran, perlengkapan yang perlu dibawa, doa, manasik, hingga tips selama berada di Tanah Suci.

  • 📱 Konsultasi Dan Pendaftaran

    Masih ada pertanyaan? Hubungi tim kami sekarang. Konsultasi gratis dan dapatkan informasi paket Haji Plus maupun Umroh yang sesuai kebutuhan Anda.

Jumlah Jamaah Haji 10 Ribu Orang, Ini Rincian Pembagiannya

Jumlah Jamaah Haji 10 Ribu Orang, Ini Rincian Pembagiannya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Essam bin Abed Al-Thaqafi, mengatakan kuota jamaah haji 1441H/2020M dibatasi hanya berkisar sepuluh ribu. Menurutnya, sebagian besar dari kuota tersebut diperuntukan bagi warga asing atau ekspatriat yang berdomisili di Arab Saudi.

“Dari 10.000 kuota haji tahun ini, sepertiganya untuk warga negara Saudi, sisanya untuk ekspatriat,” ujar Essam bin Abed saat bertemu Menteri Agama Fachrul Razi di kantor Kementerian Agama, Jakarta, dalam keterangan yang didapat Republika, Ahad (28/6).

Biasanya setiap tahun, tidak kurang dari dua setengah juta umat Islam menjalankan ibadah haji. Namun, untuk tahun ini, kuota jamaah dibatasi hanya berkisar sepuluh ribu, itupun hanya untuk warga Saudi dan ekspatriat yang ada di Saudi.

Pembatasan tersebut, kata Essam, disebabkan alasan keselamatan di tengah pandemi Covid-19. Kerajaan Arab Saudi ingin menjaga keselamatan jamaah di tengah pandemi. Dengan kuota terbatas, lebih bisa dikendalikan jika ada kejadian yang tidak diinginkan.

“Bagi jamaah yang diizinkan berhaji, harus tunduk pada protokol kesehatan yang sangat ketat. Tindakan preventif akan dilakukan juga untuk mencegah Covid,” lanjutnya.

Essam menambahkan, Pandemi Covid-19 terjadi di seluruh negara di dunia. Karenanya, Saudi mengambil keputusan untuk meniadakan keberangkatan jemaah dari seluruh negara.

Bersamaan dengan pertemuan itu, Menag Fachrul Razi juga membahas perihal antrean jamaah di Indonesia yang sangat panjang. Rata-rata masa tunggunya mencapai 20 tahun.

Untuk itu, Menag berharap Kerajaan Saudi dapat menambah kuota haji Indonesia. Dengan harapan, hal itu dapat memperpendek antrean jamaah.

“Mudah-mudahan tahun depan ada tambahan kuota haji untuk Indonesia. Daftar tunggu di Indonesia ada yang sampai 40 tahun. Begitu semangatnya orang Indonesia yang ingin beribadah haji,” ujar Menag.

Dubes Essam mendoakan apa yang disampaikan Menag bisa terlaksana. Menurutnya, Arab Saudi tengah mencanangkan visi 2030. Salah satu visinya adalah meningkatkan kapasitas kuota jamaah haji dari luar negeri hingga mencapai lima juta.

“Dengan bertambahnya kuota jemaah haji yang berangkat, itu akan meningkatkan jumlah kuota haji Indonesia. Semoga kuota haji Indonesia bisa bertambah,” ucap Essam.
Share:

Konpres Bersama: Ini Syarat dan Kuota Jemaah Haji Domestik Untuk Tahun Ini



Menteri Kesehatan Arab Saudi, dr. Tawfiq Al-Rabiah, memperjelas keputusan pelaksanaan haji tahun ini hanya untuk jemaah dalam negeri Arab Saudi, demi untuk menjaga keselamatan umat Islam.
Hal tersebut disampaikannya dalam konferensi pers bersama, Selasa (23/6), dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi,  Dr. Muhammad Saleh Benten.
Dalam kesempatan tersebut Menkes Tawfiq mensyaratkan haji tahun ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang berusia kurang dari 65 tahun dan tidak memiliki riwayat penyakit kronis apa pun.
Setiap calon jemaah haji diharuskan menjalani tes corona sebelum berangkat dan setelah menunaikan haji harus menjalani karantina mandiri selama 14 hari.
Dia menyatakan bahwa virus Corona terus menyebar dan jumlah yang terinfeksi mencapai lebih dari 8 juta di seluruh dunia, tanpa ditemukan vaksin hingga saat ini.
dr Tawfiq juga menekankan penerapan “protokol kesehatan dan langkah-langkah ketat untuk jemaah haji tahun ini.”
Selain jemaah haji, seluruh panitia dan pekerja haji, juga akan menjalani tes Corona dan tetap dipantau selama manasik berlangsung.
Menteri Kesehatan Saudi mengungkapkan bahwa “sebuah rumah sakit terpadu sedang dipersiapkan untuk keadaan darurat apa pun selama manasik haji,” sambil memastikan pengembangan “protokol medis untuk musim haji.”
Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah Saudi, mengatakan: “Kami memiliki rencana implementasi yang khusus untuk haji tahun ini.”
Menanggapi pertanyaan dari media, Benten menjelaskan bahwa “pelaksanaan haji akan aman, sehat, dan penjagaan terhadap keselamatan.”
Dr. Muhamed Shaleh membantah kemungkinan adanya jemaah haji dari luar negeri, meskipun jika mereka melakukan tes Corona, dipastikan tidak ada pengecualian apapun untuk menerimanya.
Dia menyampaikan bahwa jumlah jemaah haji akan sangat terbatas, diperkirakan jumlahnya tidak akan lebih dari 10 ribu orang.
Untuk kriteria jamaah haji domestik, Menteri Haji dan Umrah Saudi menjawab: “Kami akan berkoordinasi dengan wakil diplomatik untuk pendaftaran jemaah haji mereka.”
Benten mengatakan, “penerapan langkah-langkah social distancing selama manasik haji dan menghindari kerumunan massa.” (Sumber: alarabiya)
Share:

Arab Saudi Resmi Umumkan Pelaksanaan Haji Tahun Ini



Pada tanggal 22 Juni 2020, Kementerian Haji dan Umrah Negara Arab Saudi telah merilis pengumuman mengenai pelaksanaan haji untuk musim tahun 2020 ini.

Di akun twitter resminya Kementerian Haji dan Umrah Negara Arab Saudi, diumumkan bahwa pelaksanaan haji akan diadakan pada tahun 2020 dengan jumlah terbatas, yaitu hanya  jemaah dari berbagai macam negara yang berada di dalam Kerajaan Arab Saudi.

Ini berarti, pelaksanaan haji tahun ini hanya bisa diikuti oleh jemaah haji dari dalam negeri Arab Saudi (lokal/domestik).
Keputusan ini didasarkan oleh tindakan kehati-hatian untuk menjaga kesehatan, keamanan dan keselamatan para pengunjung Baitullah.

Didalam rilis aku resminya, Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan, “bahwa wabah virus Corona (Covid-19) di lebih dari 180 negara, dengan jumlah kematian hampir setengah juta orang, dan lebih dari 7 juta lainnya telah terinfeksi di seluruh dunia.”

Sumber : https://saudinesia.com/
Share:

Postingan Populer

Label

Arsip Blog

Umroh Promo by Emirate

Umroh 9 hari dari Ternate by GARUDA

Umroh 12 Hari by GARUDA

WhatsApp Kami