• 🏆 Haji Plus 2026

    Wujudkan impian berhaji lebih cepat bersama travel yang amanah dan terpercaya.

  • 🕋 Umroh 2026

    Pilihan paket lengkap dengan harga terbaik, maskapai premium, hotel nyaman, dan pelayanan maksimal.

  • ⭐ Mengapa Memilih Kami?

    Legalitas resmi - Berpengalaman - Ribuan jamaah - Harga transparan - Pembimbing profesional - Pelayanan hingga pulang

  • 📖 Panduan Haji Dan Umroh

    Persyaratan pendaftaran, perlengkapan yang perlu dibawa, doa, manasik, hingga tips selama berada di Tanah Suci.

  • 📱 Konsultasi Dan Pendaftaran

    Masih ada pertanyaan? Hubungi tim kami sekarang. Konsultasi gratis dan dapatkan informasi paket Haji Plus maupun Umroh yang sesuai kebutuhan Anda.

Konpres Bersama: Ini Syarat dan Kuota Jemaah Haji Domestik Untuk Tahun Ini



Menteri Kesehatan Arab Saudi, dr. Tawfiq Al-Rabiah, memperjelas keputusan pelaksanaan haji tahun ini hanya untuk jemaah dalam negeri Arab Saudi, demi untuk menjaga keselamatan umat Islam.
Hal tersebut disampaikannya dalam konferensi pers bersama, Selasa (23/6), dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi,  Dr. Muhammad Saleh Benten.
Dalam kesempatan tersebut Menkes Tawfiq mensyaratkan haji tahun ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang berusia kurang dari 65 tahun dan tidak memiliki riwayat penyakit kronis apa pun.
Setiap calon jemaah haji diharuskan menjalani tes corona sebelum berangkat dan setelah menunaikan haji harus menjalani karantina mandiri selama 14 hari.
Dia menyatakan bahwa virus Corona terus menyebar dan jumlah yang terinfeksi mencapai lebih dari 8 juta di seluruh dunia, tanpa ditemukan vaksin hingga saat ini.
dr Tawfiq juga menekankan penerapan “protokol kesehatan dan langkah-langkah ketat untuk jemaah haji tahun ini.”
Selain jemaah haji, seluruh panitia dan pekerja haji, juga akan menjalani tes Corona dan tetap dipantau selama manasik berlangsung.
Menteri Kesehatan Saudi mengungkapkan bahwa “sebuah rumah sakit terpadu sedang dipersiapkan untuk keadaan darurat apa pun selama manasik haji,” sambil memastikan pengembangan “protokol medis untuk musim haji.”
Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah Saudi, mengatakan: “Kami memiliki rencana implementasi yang khusus untuk haji tahun ini.”
Menanggapi pertanyaan dari media, Benten menjelaskan bahwa “pelaksanaan haji akan aman, sehat, dan penjagaan terhadap keselamatan.”
Dr. Muhamed Shaleh membantah kemungkinan adanya jemaah haji dari luar negeri, meskipun jika mereka melakukan tes Corona, dipastikan tidak ada pengecualian apapun untuk menerimanya.
Dia menyampaikan bahwa jumlah jemaah haji akan sangat terbatas, diperkirakan jumlahnya tidak akan lebih dari 10 ribu orang.
Untuk kriteria jamaah haji domestik, Menteri Haji dan Umrah Saudi menjawab: “Kami akan berkoordinasi dengan wakil diplomatik untuk pendaftaran jemaah haji mereka.”
Benten mengatakan, “penerapan langkah-langkah social distancing selama manasik haji dan menghindari kerumunan massa.” (Sumber: alarabiya)
Share:

Arab Saudi Resmi Umumkan Pelaksanaan Haji Tahun Ini



Pada tanggal 22 Juni 2020, Kementerian Haji dan Umrah Negara Arab Saudi telah merilis pengumuman mengenai pelaksanaan haji untuk musim tahun 2020 ini.

Di akun twitter resminya Kementerian Haji dan Umrah Negara Arab Saudi, diumumkan bahwa pelaksanaan haji akan diadakan pada tahun 2020 dengan jumlah terbatas, yaitu hanya  jemaah dari berbagai macam negara yang berada di dalam Kerajaan Arab Saudi.

Ini berarti, pelaksanaan haji tahun ini hanya bisa diikuti oleh jemaah haji dari dalam negeri Arab Saudi (lokal/domestik).
Keputusan ini didasarkan oleh tindakan kehati-hatian untuk menjaga kesehatan, keamanan dan keselamatan para pengunjung Baitullah.

Didalam rilis aku resminya, Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan, “bahwa wabah virus Corona (Covid-19) di lebih dari 180 negara, dengan jumlah kematian hampir setengah juta orang, dan lebih dari 7 juta lainnya telah terinfeksi di seluruh dunia.”

Sumber : https://saudinesia.com/
Share:

Virus Corona tak Pengaruhi Jumlah Jamaah Umrah Indonesia



Virus Novel Corona (nCoV) yang menyerang Wuhan China dinilai tak berpengaruh terhadap perjalanan ibadah umrah. Sampai saat ini minat jamaah umrah Indonesia beribadah ke Kota Suci Makkah dan Madinah masih tinggi.

"Sejauh ini Alhamdulilah tidak memberi efek kepada calon jamaah umrah Indonesia untuk berangkat ibadah umrah," kata Wakil Ketua Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia, Artha Hanif, Ahad (2/2).

"Memang ada isu berita misalnya telah tersebarnya virus corona ini kepada beberapa negara termasuk ke Saudi Arabia," katanya.

Tapi, Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) tak kesulitan menawarkan produk atau paket perjalanan umrah meski ada virus korona. Hal itu kata dia bisa dibuktikan belum adanya informasi jamaah ramai-ramai membatalkan perjalanan umrah kepada PPIU dengan alasan takut terjangkit virus corona.

"Belum ada info calon jamaah Indonesia membatalkan rencana keberangkatannya," katanya.

Artha mengajak semua umat Islam percaya kepada janji Allah dan Rasul-Nya yang telah menjamin wilayah Kota Suci Makkah dan Madinah aman sampai hari kiamat dari segala gangguan yang mematikan. "Ini janji Allah dan Rasulullah. Dan tidaklah Allah menyalahi janji-Nya," kata

Ia menganjurkan, setiap jamaah dan calon jamaah menjaga kerbersihan masing-masing, serta mengonsumsi makan-makanan yang bergizi untuk menjaga kondisi tubuh tetap sehat dan bugar. "Jika memang ada kita harus baguskan nutrisi untuk kesehatan fisik dan mental kita. Maka dari itu kita selalu dalam keadaan bersih," katanya.


Share:

Postingan Populer

Label

Arsip Blog

Umroh Promo by Emirate

Umroh 9 hari dari Ternate by GARUDA

Umroh 12 Hari by GARUDA

WhatsApp Kami