Cara Daftar Haji Quota Depag RI
Masih ingatkah ketika pada tiap tahunnya banyak calon Jamaah Haji ONH Plus yang gagal berangkat? Padahal menurut pengakuan dari mereka, mereka sudah pernah melakukan Pendaftaran Haji ONH Plus Quota? Ya Benar Sekali, mereka memang sudah pernah mendaftar, tapi mereka mendaftar pada pihak yang salah.
Banyak calon Jamaah Haji ONH Plus yang memang mendaftar pada sebuah Travel, namun oleh travel, calon Jamaah Haji ONH Plus tersebut di alihkan ke Jalur Haji Non Quota. Sungguh Travel Semacam ini sangat tidak Amanah.
Berikut ini adalah cara mendaftarkan diri menjadi Calon Jamaah Haji Plus Kuota Pemerintah.
1. Pilih Travel yang menurut anda Amanah.
2. Bayarkan Setoran Awal BPIH Ke Travel tersebut sebesar $5000.
3. Setoran Ini akan di urus Oleh Travel ke Depag, yang kemudian Calon jamaah akan mendapatkan Salinannya dalam kurun waktu 3 sampai 14 hari Kerja.
4. Sekitar 1 (satu) bulan setelah kita mendapatkan Surat BPIH, maka kita sebagai calon jamaah dapat memeriksa secara Online pada website Kemenag, agar kita dapat mengetahui tahun keberangkatannya.
Berikut adalah Contoh Bukti Setoran Awal BPIH.
Cara Daftar Haji Quota Depag RI
Demikian artikel berjudul Cara Daftar Haji Kuota Depag RI ini semoga dapat menjadi Perhatian terutama bagi Calon jamaah Haji Plus. Kuota. Silahkan Share artikel ini Semoga Ada Manfaatnya.
Hajar Aswad
Hajar Aswad
Hajar Aswad (batu hitam) diyakini sebagai batu surga. Batu ini merupakan batu rubi yang diturunkan Allah dari surga melalui Malaikat Jibril. Batu ini terletak di salah satu sudut Ka'bah, di dalam Masjidil Haram. Di sudut tenggara bangunan rumah Allah itu, Hajar Aswad menjadi penanda dimulainya ibadah tawaf.
Batu hitam itu terletak di sudut selatan Ka'bah pada ketinggian 1,10 meter dari lantai Masjidil Haram berukuran panjang 25 cm dan lebar 17 cm. Sekarang ini, Hajar Aswad pecah menjadi delapan bongkah dan kedelapan bongkahan itu masih tersusun rapi pada tempatnya seperti sekarang. Gugusan yang terbesar berukuran seperti sebuah kurma yang tertanam di batu besar lain dan dikelilingi oleh ikatan perak.
Nabi Ibrahim AS membenamkan batu hitam itu di salah satu sudut Ka'bah. Dikisahkan, pada mulanya Ka'bah tidak memiliki pintu masuk. Nabi Ibrahim AS bersama Nabi Ismail AS berikhtiar untuk membuatnya dengan mengangkut batu dari berbagai gunung.
Dalam sebuah kisah disebutkan bahwa saat pembangunannya mendekati selesai, Nabi Ibrahim AS merasakan masih ada kekurangan. Ia memerintahkan Nabi Ismail AS untuk mencari sebuah batu yang akan diletakkannya sebagai penanda bagi manusia.
Kemudian, Nabi Ismail AS pun pergi dari satu bukit ke bukit yang lain untuk mencari batu yang baik dan sesuai. Ketika Nabi Ismail AS sedang mencari batu di sebuah bukit, tiba-tiba datang Malaikat Jibril memberikan sebuah batu yang cantik. Ibrahim AS bergembira hati dan menciumnya.
Sampai sekarang, Hajar Aswad itu dicium oleh orang-orang yang pergi ke Baitullah. Beratus ribu kaum Muslim berebut ingin mencium Hajar Aswad itu. Yang tidak berkesempatan mencium, cukuplah dengan memberikan isyarat lambaian tangan saja dari jauh.
Raudhah Taman Surga
Raudhah Taman Surga
Raudhatul Jannah atau disebut Raudhah merupakan suatu tempat di dalam Kompleks Masjid Nabawi. Di tempat itu, jamaah haji memanjatkan doa dengan khusyuk, mengikuti sunah Rasulullah SAW.
Nabi Muhammad SAW memberi nama tempat tersebut Raudhatul Jannah atau Taman Surga. Semula lokasi Raudhah berada di luar Masjid Nabawi atau tepatnya di antara rumah Nabi dan mighrab di masjid. Namun seiring perluasan Masjid Nabawi yang telah dilakukan beberapa kali, lokasi itu saat ini berada di dalam masjid.
Dahulu, Nabi Muhammad sering duduk untuk membacakan wahyu dan mengajarkannya kepada sahabatnya di Raudhah. Nabi pernah bersabda, "Antara kamarku dan mimbarku terletak satu bagian dari taman surga." Sedangkan kamar yang dimaksud sekarang menjadi makam Nabi, sesuai wasiatnya yang mengatakan, "Tidak dikuburkan seorang Nabi, kecuali di tempat dia meninggal."
Berdasarkan hadis itulah kebanyakan umat Islam berusaha untuk bisa berada di Raudhah. Jamaah berupaya melaksanakan shalat di tempat itu. Mereka berharap dengan bisa berada di salah satu taman surga tersebut nantinya akan dimasukkan sebagai ahli surga. Selanjutnya, mereka akan berziarah ke makam Nabi dan dua sahabat yang dimakamkan di sebelahnya; Abu Bakar Asshidiq dan Umar bin Al-Kaththab.
Ruangan itu tidak seberapa luas, tak lebih 144 meter persegi. Saat ini, lokasi tersebut ditandai lima pilar besar berwarna putih dengan kaligrafi khas yang indah. Bagian lantainya digelar ambal berwarna putih, juga dengan ornamen unik yang khas dan berbeda dengan warna ambal yang digelar di lantai bagian lain di Masjid Nabawi.
Sudah menjadi pemandangan umum, setiap musim haji tiba para jamaah yang singgah di Madinah akan berebut untuk bisa masuk ke lokasi itu. Bukan hanya jamaah, melainkan petugas dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) juga memanfaatkan berbagai peluang dan kelonggaran waktu untuk menyempatkan beribadah di Raudhah.
Meskipun jamaah Indonesia belum tiba, jamaah negara lain, seperti dari Turki dan Iran, yang tiba di Madinah maupun warga asli Saudi juga ikut memenuhi ruangan itu. Tetap sulit juga mencari tempat shalat yang nyaman apalagi sekadar duduk-duduk untuk membaca ayat-ayat Alquran; salah-salah kita akan terinjak orang yang ingin masuk. Tak jarang, kita diminta petugas ketertiban masjid untuk segera keluar, memberi kesempatan bagi yang lain.













