• 🏆 Haji Plus 2026

    Wujudkan impian berhaji lebih cepat bersama travel yang amanah dan terpercaya.

  • 🕋 Umroh 2026

    Pilihan paket lengkap dengan harga terbaik, maskapai premium, hotel nyaman, dan pelayanan maksimal.

  • ⭐ Mengapa Memilih Kami?

    Legalitas resmi - Berpengalaman - Ribuan jamaah - Harga transparan - Pembimbing profesional - Pelayanan hingga pulang

  • 📖 Panduan Haji Dan Umroh

    Persyaratan pendaftaran, perlengkapan yang perlu dibawa, doa, manasik, hingga tips selama berada di Tanah Suci.

  • 📱 Konsultasi Dan Pendaftaran

    Masih ada pertanyaan? Hubungi tim kami sekarang. Konsultasi gratis dan dapatkan informasi paket Haji Plus maupun Umroh yang sesuai kebutuhan Anda.

Rukun-Rukun Ka'bah


Rukun (sudut) Ka’bah yang mulia ada empat. Berikut urutan rukun Ka’bah yang sesuai urutannya ketika memulai thawaf: rukun Aswad yakni Hajar Aswad, Rukun Iraqi, Rukun Syami yang disebut pula dengan rukun Maghribi (sudut barat), dan Rukun Yamani.

Apabila disebut disebut rukun secara mutlak, berarti Rukun Aswad. Jika disebut dua rukun, berarti Rukun Aswad dan Rukun Yamani.

Pada masa Nabi Ibrahim, sisi antara Rukun Iraqi dan Rukun Syami berbentuk seperti busur, yaitu busur Hijir yang oleh sebagian orang disebut dengan Hijir Ismail. Pada masa Abdullah bin Zubair, rukun-rukun itu dijadikan persegi empat dan keberadaan mereka terus dipertahankan bersamaan dengan keberadaan Hijir.

Rukun Yamani
Yaitu, sudut Ka’bah yang menghadap ke arah barat daya. Di dalam Mu’jam Al-Buldan, Yaqut Al-Hamawi menyebutkan dari Qutaibah, bahwa seseorang dari Yaman bernama Ubay bin Salim telah membangunnya. Sebagian warga Yaman menyenandungkan nasyid yang berbunyi:
Kami memiliki sudut di Baitul Haram sebagai warisan
Yaitu sisa peninggalan Ubay bin Salim

Dulu Nabi Muhammad SAW melakukan istilam padanya sewaktu thawaf, lalu menyapunya dengan tangan tanpa menciumnya dan tidak pula mencium tangannya setelah beristilam.

Rukun Iraqi
Dinamakan demikian, karena menghadap ke arah Syam dan Maghrib. Rukun ini disebut pula dengan Rukun Maghribi. Antara rukun Syami dan Rukun Iraqi terdapat talang Ka’bah yang berhadapan dengan Hijir.

Talang adalah tempat saluran air hujan yang turun di atas atap Ka’bah. Di dalam Akhbar Makkah—melalui sebuah isnad yang shahih—Al-Azraqi meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Shalatlah kalian di tempat shalat orang-orang pilihan dan minumlah dari minuman orang-orang yang taat.”

Seseorang bertanya, “Apa itu tempat shalat orang-orang pilihan?” Di menjawab, “Di bawah talang.” Lantas, “Apa itu minuman orang-orang yang taat?” Dia menjawab, “Air Zamzam.”

Ibnu Abbas telah menafsirkan minuman orang-orang taat dengan air Zamzam, bukan seperti yang dikira oleh sebagian kalangan awam—semoga Allah memberi petunjuk kepada mereka—yang berusaha keras untuk meminum air hujan yang turun dari talang Ka’bah. (Atlas Haji & Umrah karya Sami bin Abdullah Al-Maghlouth)


Share:

Bermalam di Muzdalifah




Muzdalifah adalah tempat jamaah haji diperintahkan untuk singgah dan bermalam setelah bertolak dari Arafah pada malam hari. Muzdalifah terletak di antara Ma’zamain (dua jalan yang memisahkan dua gunung yang saling berhadapan) Arafah dan lembah Muhassir.

Ma’zim Arafah disebut pula dengan Madhiq (jalan sempit). Pembatasan ini dinyatakan oleh sejumlah ulama, antara lain Asy-Syafi’i di dalam kitabnya, Al-Umm. 

“Batas Muzdalifah adalah dari Ma’zamain Arafah hingga perbatasan Muhassir yang mencakup semua tempat di sisi kanan dan kiri, depan dan belakang, jalan-jalan di sela-sela bukit dan pepohonan, semuanya termasuk Muzdalifah,” kata Syafi’i.

Muzdalifah disebut juga dengan Jama’ (perkumpulan). Dinamakan demikian, karena orang-orang berkumpul di sana. Ia merupakan Masy’aril Haram yang disebutkan Allah SWT dalam Alquran, “Bukanlah suatu dosa bagi kalian mencari karunia dari Rabb kalian. Maka apabila kalian bertolak dari Arafah, berdzikirlah kepada Allah di Masy’aril Haram. Dan berzikirlan kepada-Nya sebagaimana Dia telah memberi petunjuk kepada kalian; sekalipun sebelumnya kalian benar-benar termasuk orang yang tidak tahu.” (QS al-Baqarah: 198).

Sebagian ulama mengatakan Masy’aril Haram hanya suatu tempat di Muzdalifah, bukan seluruh wilayahnya. Dalam hadis Jabir yang panjang terdapat keterangan yang menunjukkan bahwa Masy’aril Haram itu adalah suatu tempat di Muzdalifah, bukan seluruhnya. 

Dia menjelaskan dalam hadisnya bahwa Nabi SAW singgah di Muzdalifah dan shalat Subuh di sana. Beliau menunggangi Al-Qashwa’ (unta Nabi) hingga tiba di Masy’aril Haram. Lalu beliau menghadap kiblat, berdoa, bertakbir, bertahlil, serta mengesakan Allah. Dan beliau tetap berhenti di sana.

Bermalam di Muzdalifah hukumnya wajib. Maka siapa saja yang meninggalkannya diharuskan untuk membayar dam. Dianjurkan untuk mengikuti jejak Rasulullah; bermalam hingga memasuki waktu shalat Subuh, kemudian berhenti hingga fajar menguning. Namun, tidak ada masalah untuk mendahulukan orang-orang lemah dan kaum perempuan. Setelah itu, bertolak ke Mina sebelum matahari terbit.

Muhassir adalah sebuah tempat di mana seseorang diharuskan untuk berjalan cepat, yaitu sebuah lembah yang terletak antara Mina dan Muzdalifah sesuai dengan batasnya, dan bukan termasuk wilayah keduanya.

Muhassir juga disebut “al-muhallal”. Sebab, setiba di sana, jamaah haji bertahlil dan mempercepat perjalanan mereka di lembah ini. Anjuran berjalan cepat karena tempat ini merupakan tempat berlindungnya para syetan. Oleh karena itu, jamaah haji dianjurkan untuk bergegas meninggalkannya.(Atlas Haji & Umrah karya Sami bin Abdullah Al-Maghlouth)
Share:

Momen Haji Akbar yang Dinanti Calhaj


Pelaksanaan puncak haji atau Wukuf di Arafah yang tepat dilaksanakan pada Jumat (3/10) mendatang disebut  sebagai haji akbar. Jamaah calon haji Indonesia sangat antusias untuk mengoptimalkan ibadah di momen yang hanya terjadi tidak setiap tahun ini.
“Kebetulan hari Jumat itu hari yang sangat mulia dan bertepatan pada saat Nabi Muhammad SAW berhaji pada hari Jumat,” jelas Pembimbing Ibadah di PPIH Daker Madinah, Abdul Kholiq di Kantor Misi Haji Indonesia Daerah Kerja Makkah, Rabu (1/10).
Pada saat haji Akbar, kata dia, jumlah jamaah haji dari seluruh dunia terus membludak. Banyak jamaah dari seluruh penjuru dunia termasuk warga Arab Saudi sendiri berhaji untuk mengikuti jejak Rasulullah. Antusiasme mendapat haji akbar itu diperkuat oleh ada hadist yang menyatakan, pahala haji dilipatgandakan menjadi tujuh kali di momen tersebut.
Selain itu, pada saat haji akbar, doa-doa dari para jamaah haji bakal terkabul. "Tapi sebaiknya jangan bicara tentang pahala. Keistimewaannya adalah mengenang jejak Nabi Muhammad SAW. Jadi banyak doanya dikabulkan, berdoalah banyak-banyak di Arafah," kata Kholiq.
Namun untuk mendapatkan berkah haji akbar seluruh rukun dan wajib haji harus dipenuhi. Juga prosesi puncak haji dari Arafah-Muzdalifah-Mina. Menurut dia, sebenarnya banyak jamaah yang mengetahui perjalanan haji, tapi tidak tahu hikmah di balik perjalanan itu.
"Haji adalah wukuf di Arafah, jadi Habluminallah. Di situlah ketakwaan kita diuji, padang Arafah seperti padang Mahsyar," papar Kholiq.


tag:
umroh akhir tahun 
Share:

Postingan Populer

Label

Arsip Blog

Umroh Promo by Emirate

Umroh 9 hari dari Ternate by GARUDA

Umroh 12 Hari by GARUDA

WhatsApp Kami