Jadi, pandangan yang mengatakan dana talangan haji akan memperpanjang daftar tunggu haji, sebenarnya bukan alasan melarang atau menghentikan dana talangan haji. Sebab, menghentikan dana talangan haji justru akan merugikan umat dan lembaga-lembaga syariah, kata Agustianto.
Dana Talangan Haji tak Perlu Dilarang
Dana Talangan Haji tak Perlu Dilarang
Rencana pemerintah untuk mengkaji kembali produk dana talangan haji
terus menimbulkan tentangan. Pengamat bank syariah, Agustianto Mingka,
mengungkapkan dana talangan haji harusnya tidak dilarang. Namun, dana talangan haji harus menjadi produk
syariah. Sebab, itu akan menjamin dana talangan haji bebas dari bunga
bank. Selain dana talangan yang harus bebas dari bunga bank, setoran
awal calon jamaah haji (calhaj) juga harus terbebas dari bunga.
Menurut Agustianto, dua layanan untuk haji tersebut tidak boleh
dimiliki oleh bank konvensional. Artinya, hanya bank syariah yang
harusnya dapat menerima setoran awal dan memberikan dana talangan haji.
“Karena bank konvensioanal menggunakan instrument bunga,” ungkap
Agustianto, Jumat (26/10).
Produk dana talangan haji oleh perbankan berlandaskan fatwa Dewan
Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) No 29/2002.
Agustianto menambahkan, dana talangan yang dilakukan bank-bank memiliki
banyak manfaat.
Manfaat Pertama, talangan haji itu meringankan (takhfif) umat
Islam. Takhfif adalah salah satu dasar utama syariah. Pemberian talangan
hajipun ditujukan bagi orang yang mampu (istitha’ah) membayar sebelum
berangkat. Dengan dana talangan haji ini, kepergian
jamaah ke Makkah bukan dalam kondisi berhutang. Pasalnya, sebelum
berangkat, jamaah sudah melunasi biaya haji. Dana talangan haji bukan
memberikan hutang untuk biaya perjalanan haji, namun hanya memberikan
talangan untuk membeli porsi dari Kementerian Agama.
Manfaat kedua, dana talangan dan setoran awal
memberi kemaslahatan bagi lembaga perbankan syariah. Dengan setoran ke
bank syariah, dana setoran dan talangan haji menjadi tambahan darah bagi
perbankan syariah untuk berkembang. Pengelolaan dana ini potensial
untuk mendongkrak pertumbuhan perbankan syariah.
Manfaat Ketiga, dana haji tersebut dapat disalurkan untuk Usaha Kecil dan
Menengah yang akan membantu pemerintah dalam pengentasan kemiskinan. Artinya, program dana talagan haji memiliki banyak efek yang luar
biasa.
Jadi, pandangan yang mengatakan dana talangan haji akan memperpanjang daftar tunggu haji, sebenarnya bukan alasan melarang atau menghentikan dana talangan haji. Sebab, menghentikan dana talangan haji justru akan merugikan umat dan lembaga-lembaga syariah, kata Agustianto.
Jadi, pandangan yang mengatakan dana talangan haji akan memperpanjang daftar tunggu haji, sebenarnya bukan alasan melarang atau menghentikan dana talangan haji. Sebab, menghentikan dana talangan haji justru akan merugikan umat dan lembaga-lembaga syariah, kata Agustianto.
Waspadai Dehidrasi Saat Berada di Armina
MAKKAH — Dehidrasi atau kekurangan cairan menjadi ancaman utama
kesehatan para jamaah calon haji terutama saat menjelang masa Armina
(Arafah-Muzdalifah-Mina). ‘’Dehidrasi bisa menyebabkan berbagai masalah
kesehatan, dari yang ringan sampai kematian,’’ ujar Kepala Bidang
Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Azimal
Zainal Zein, Senin (22/10).
Menurut Azimal, dehidrasi menjadi pemicu utama banyak jamaah calon
haji yang jatuh sakit. Sebut saja seperti gangguan nyeri dada, gangguan
pencernaan, sampai disorientasi. ‘’Tidak jarang ada jamaah yang
mengalami disorientasi atau semacam gangguan mental, namun ketika
diperiksa lebih detail ternyata pemicunya adalah dehidrasi. Ketika
cairan tubuhnya sudah dipenuhi, jamaah tersebut langsung pulih,’’ kata
Azimal.
Sedangkan Kepala Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Daerah Kerja
Makkah, Agus Widiyatmoko, mengungkapkan dehidrasi memicu masalah
kesehatan. Dikatakannya, masalah kesehatannya ditimbulkan karena tubuh
kekurangan cairan, kerja jantung menjadi lebih berat, darah mengental,
dan aliran oksigen ke otak pun turut berkurang.
Karena itulah Agus menyarankan agar jamaah calon haji sering minum.
‘’Jika di Indonesia kita biasa minum hingga dua liter air setiap hari,
saat berada di Tanah Suci jumlahnya harus meningkat hingga 3-4 liter per
hati,’’ kata dia.
Untuk masa persiapan Armina, dia turut menyarankan agar jamaah
membawa bekal kurma. ‘’Cukup mengonsumsi 3-5 butir kurma setidaknya tiga
kali dalam sehari,’’ ujarnya.
Hal senada turut diungkapkan oleh Azimal. Menurut dia, kurma bisa
menjadi cadangan energi yang cukup. ‘’Dengan mengonsumsi kurma dan minum
dalam jumlah cukup, ini membantu jamaah untuk mempertahankan kondisi
tubuh agar lebih stabil selama Armina,’’ katanya.
Menjelang masa Armina, Azimal pun menyarankan agar jamaah calon haji
mengurangi aktivitas yang menguras energi. ‘’Sebaiknya tiga hari sebelum
wukuf lebih banyak berada di pemondokan. Ibarat mau perang, sebaiknya
istirahat total selama tiga hari. Tidak usah ke mana-mana,’’ kata dia.
Untuk menghadapi suhu panas di Tanah Suci, Azimal juga memberikan
saran yang serupa: banyak minum. ‘’Terutama karena kelembaban di Arab
Saudi yang terbilang rendah yang sekitar 25 persen saja. Bandingkan
dengan di Jakarta yang kelembabannya mencapai 80-90 persen. Dengan
begitu, kita seringkali tidak berkeringat dan tidak merasakan haus.
Padahal, sebenarnya tubuh kita sudah mengalami kekurangan cairan,’’
lanjut Azimal.
Selain itu, Azimal juga menyarankan agar menghindari paparan langsung
sinar matahari. ‘’Ketika wukuf juga jangan bepergian terlalu jauh,
cukup di dalam tenda saja.’’
Tahun Depan Jamaah Tua Diberangkatkan Daftar Tunggu
Mekkah (ANTARA
News) - Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, tahun depan pendaftar
haji berusia 85 tahun ke atas langsung diberangkatkan tanpa menggunakan
sistem daftar tunggu, karena semakin lanjut usia pendaftar semakin
berat baginya dalam menjalankan ibadah.
"Kebijakan tahun depan pendaftar berusia 85 tahun ke atas langsung mendapat giliran berangkat," kata Suryadharma Ali, di Mekkah, Minggu, saat mengunjungi anggota jamaah haji tertua Karso Masaid (110) asal Basarang, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Timur.
Anggota jamaah pria tertua yang menempati rumah di Sektor 10 Bahutmah, Mekkah, itu merupakan pensiunan anggota militer.
Mulai tahun depan, kata Menteri, diberlakukan kebijakan pemberian prioritas kepada jamaah yang berusia lanjut serta pendampingnya sejak awal pendaftaran. Penanganan masalah jamaah usia lanjut, tambahnya, menjadi perhatian Kementerian Agama guna secepatnya mengurangi risiko fatal akibat usia tua dalam melaksanakan ibadah haji yang 80 persen adalah ibadah fisik.
Menteri Suryadharma mengadakan pengecekan terakhir ke pondokan, terkait transportasi dan Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) menjelang berlangsung prosesi utama haji wukuf di Arafah serta prosesinya di Mina dan Muzdalifah.
Kunjungan tersebut sebagai persiapan final memasuki rukun haji yang dimulai H-3 Selasa, termasuk persiapan pelaksanaan safari wukuf bagi pasien rumah sakit serta pembadalan bagi jemaah yang tidak mampu melaksanakan prosesi lempar jumrah.
Sebanyak 119 anggota jamaah haji sedang dirawat di BPHI, sedangkan 36 pasien jemaah lainnya dirawat di rumah sakit Arab Saudi. Sampai Minggu sore, 89 jemaah calon haji Indonesia telah meninggal di Arab Saudi. Tahun ini sebanyak 211.000 kuota haji Indonesia.
"Kebijakan tahun depan pendaftar berusia 85 tahun ke atas langsung mendapat giliran berangkat," kata Suryadharma Ali, di Mekkah, Minggu, saat mengunjungi anggota jamaah haji tertua Karso Masaid (110) asal Basarang, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Timur.
Anggota jamaah pria tertua yang menempati rumah di Sektor 10 Bahutmah, Mekkah, itu merupakan pensiunan anggota militer.
Mulai tahun depan, kata Menteri, diberlakukan kebijakan pemberian prioritas kepada jamaah yang berusia lanjut serta pendampingnya sejak awal pendaftaran. Penanganan masalah jamaah usia lanjut, tambahnya, menjadi perhatian Kementerian Agama guna secepatnya mengurangi risiko fatal akibat usia tua dalam melaksanakan ibadah haji yang 80 persen adalah ibadah fisik.
Menteri Suryadharma mengadakan pengecekan terakhir ke pondokan, terkait transportasi dan Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) menjelang berlangsung prosesi utama haji wukuf di Arafah serta prosesinya di Mina dan Muzdalifah.
Kunjungan tersebut sebagai persiapan final memasuki rukun haji yang dimulai H-3 Selasa, termasuk persiapan pelaksanaan safari wukuf bagi pasien rumah sakit serta pembadalan bagi jemaah yang tidak mampu melaksanakan prosesi lempar jumrah.
Sebanyak 119 anggota jamaah haji sedang dirawat di BPHI, sedangkan 36 pasien jemaah lainnya dirawat di rumah sakit Arab Saudi. Sampai Minggu sore, 89 jemaah calon haji Indonesia telah meninggal di Arab Saudi. Tahun ini sebanyak 211.000 kuota haji Indonesia.













