• 🏆 Haji Plus 2026

    Wujudkan impian berhaji lebih cepat bersama travel yang amanah dan terpercaya.

  • 🕋 Umroh 2026

    Pilihan paket lengkap dengan harga terbaik, maskapai premium, hotel nyaman, dan pelayanan maksimal.

  • ⭐ Mengapa Memilih Kami?

    Legalitas resmi - Berpengalaman - Ribuan jamaah - Harga transparan - Pembimbing profesional - Pelayanan hingga pulang

  • 📖 Panduan Haji Dan Umroh

    Persyaratan pendaftaran, perlengkapan yang perlu dibawa, doa, manasik, hingga tips selama berada di Tanah Suci.

  • 📱 Konsultasi Dan Pendaftaran

    Masih ada pertanyaan? Hubungi tim kami sekarang. Konsultasi gratis dan dapatkan informasi paket Haji Plus maupun Umroh yang sesuai kebutuhan Anda.

Hikmah Pelajaran Ibadah Haji (Bagian 1)



1. PENDIDIKAN UNTUK MENTAUHIDKAN ALLAH SWT, baik dalam ucapan maupun amalan, hal ini terlihat jelas dalam beberapa amalan berikut ini:

* Bacaan talbiyah, yang disebut juga dengan kalimat tauhid: Labbaikallohumma labbaik * Dimasukkannya dalam talbiyah kata: la syarika lak (tiada sekutu bagi-Mu). * Kata la syarika lak yang diulangi dua kali dalam bacaan talbiyah, ini menunjukkan adanya penekanan dalam hal tauhid. * Kata-kata: "Innal hamda wan ni'mata laka wal mulk", maksudnya adalah: "Sesungguhnya semua pujian, segala nikmat, dan seluruh kekuasaan hanya bagi-Mu ya Allah", dan ini juga mengandung nilai tauhid. * Larangan thowaf di selain Ka'bah, itu artinya kita dilarang untuk thowaf di arofah, di jamarot, di pemakaman, tempat keramat, tempat bersejarah, dll. Ini semua bukti keyakinan kita, bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, dan itulah diantara bentuk nyata mentauhidkan Allah SWT.

2. PENDIDIKAN UNTUK BANYAK MEMUJI ALLAH SWT.
    Hal ini tampak pada kata hamdalah yang ada dalam talbiyah. Meskipun pada saat melaksanakan ibadah haji sedang dalam keadaan tertimpa musibah, didera cobaan, sakit, miskin, dan terasingkan mereka semua tetap memuji Allah, seakan-akan mereka dalam keadaan lapang, sehat, dan kuat Sungguh tak diragukan lagi, memuji Allah dianjurkan bagi setiap muslim, baik di saat suka, maupun duka.

3. PENDIDIKAN UNTUK SELALU MEMBASAHI LISAN DENGAN DZIKIR, ini tampak pada:

* Disunnahkannya membaca talbiyah hingga sampai di masjidil harom, atau sampai melihat ka'bah, atau sampai memulai thowaf. Meski para ulama berbeda pendapat tentang kapan harus mengakhiri talbiyah, tapi semua pendapat itu mengisyaratkan anjuran untuk memperbanyak talbiyah. * Saat thowaf, kita dianjurkan untuk memperbanyak doa, atau dzikir, atau pujian pada Alloh, dan semuanya merupakan bentuk dzikir. * Dalam sai juga demikian. * Doa di Hari Arofah yang berupa dzikir: "la ilaaha illallohu wahdahu. * Hari-hari di mina adalah hari untuk makan, minum, dan berdzikir. * Disyariatkannya melempar jumroh adalah untuk berdzikir mengingat-Nya. * Disunnahkan untuk membaca takbir dalam setiap lemparan kerikilnya.

Dan masih banyak lagi tempat dan kesempatan lain untuk memperbanyak dzikir dalam ibadah haji ini. Itu semua mengajarkan pada seorang muslim agar lisannya selalu basah dengan bacaan dzikir.

4. MENGAJARKAN KITA UNTUK MENGINGAT MATI, yaitu dari pengenaan kain kafan dalam pelaksanaannya. Dengan ini, seorang mukmin akan teringat dan merasakan bagaimana akhir hidupnya, sehingga hal itu akan mempengaruhi hati dan amalannya.

5. MENGAJARKAN MANUSIA UNTUK ZUHUD PADA DUNIA DAN KENIKMATANNYA. Baik dia seorang yang kaya, presiden, atau menteri, ia tidak akan mengenakan kecuali baju putih itu. Seandainya ia ingin mengenakan baju lain yang dimilikinya, tetap saja tidak diperbolehkan baginya.

6. MENDIDIK MANUSIA UNTUK QONA'AH, sekaligus memberi pelajaran bahwa kekayaan yang hakiki adalah pada sifat qonaah itu. Oleh karena itu, para jama'ah yang sedang melaksanakan ibadah haji dilatih untuk cukup hanya dengan mengenakan pakaian yang menutupi auratnya, cukup dengan tidur sekedar bisa menghilangkan lelah dan malas, dan cukup dengan makan sekedar bisa menopang tubuhnya.

7. MENGAJARKAN PADA MANUSIA, bahwa kekayaan duniawi tidaklah memiliki kedudukan di sisi Allah bila dilihat dari dzatnya. Oleh karena itu pelaksanaan ibadah haji sama-sama dalam pakaian dan amalannya. Adapun kekayaan, kefakiran, kedudukan, dan tempat tinggal mereka, sungguh hal itu tidak punya pengaruh apa-apa. Yang mempengaruhi mereka hanyalah keikhlasan dan mengikuti sunnah dalam beramal. Sungguh demi Allah, betapa banyak para masakin di tempat itu yang lebih mulia, dari mereka yang kaya dan memiliki kedudukan yang tinggi!!.

8. MENGAJARKAN PADA MANUSIA dasar Persatuan Islam, hal ini tampak dari seragamnya perbuatan, amalan, tempat, dan waktu mereka.

9. MENGAJARKAN PADA MANUSIA untuk sabar dalam menghadapi kemaksiatan, hal itu tampak pada hal-hal berikut ini:

* Sabar untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang ketika dalam keadaan ihram. * Sabar untuk tidak melakukan kefasikan, sebagaimana firman-Nya: "Barangsiapa berkewajiban menunaikan ibadah haji dalam bulan-bulan haji, maka janganlah ia berbuat fasik dan keji". Sehingga ketika ia pulang ke negerinya, ia telah terdidik dan terbiasa sabar dari segala kemaksiatan, sebagaimana ia sabar menghadapinya pada hari-hari itu.

10. MENGAJARKAN PADA MUSLIM untuk sabar dalam ketaatan. Dan barangsiapa mau merenungi masalah-masalah tentang haji, tentu ia akan menemukan makna ini. Hal itu terlihat diantaranya:

* Setelah melaksanakan ibadah haji,  jama'ah ingin bersegera kembali ke negerinya, ia tidak diperkenankan sebelum tanggal 12 dzulhijjah. * Pulangnya juga harus setelah melempar dan thowaf wada', meski ia berasal dari negeri yang jauh, tetap saja ia harus menjalani semua amalan ketaatan ini, baru setelah itu diperkenankan untuk pulang.

Share:

Umrah Ramadhan yang Penuh Berkah


Bulan Ramadhan yang penuh berkah sebentar lagi tiba.Pada bulan inilah kita mempunyai kesempatan untuk beramal sebanyak-banyaknya. Tidak hanya puasa dan shalat Tarawih, melainkan juga berbagai amal ibadah lainnya, seperti membaca Alquran, berzakat dan bersedekah, serta Umrah Ramadhan. Umrah tersebut dapat dilaksanakan di awal Ramadhan, tengah Ramadhan, atau akhir Ramadhan. 

Amalan yang bernilai sunnah, apabila dilaksanakan pada hari-hari Ramadhan maka pahala yang diperoleh senilai dengan amalan fardhu. Sedangkan amalan yang sifatnya fardhu apabila dilaksanakan pada bulan Ramadhan maka pahala yang diperoleh 70 kali lipat lebih besar dibandingkan apabila dilaksanakan pada hari di luar Ramadhan.
Pahala yang  Allah SWT janjikan  di bulan Ramadhan luar biasa. Nabi mengatakan, shalat di Masjid Nabawi sama dengan shalat 100.000 rakaat. Sedangkan di bulan Ramadhan, pahala ibadah itu oleh Allah dilipatgandakan. Bayangkan, 100.000 dikalikan berkali-kali lipat, hasilnya tak terhingga.
 Bagi yang mampu, umrah Ramadhan itu sangat dianjurkan. Mengapa? Karena umrahnya itu sendiri merupakan ibadah yang utama, selain itu, Ramadhan merupakan bulan yang sangat berkah. Perpaduan umrah dan Ramadhan itu menghasilkan keutamaan-keutamaan yang luar biasa. Itu sebabnya, Rasulullah SAW  menganjurkan umrah pada waktu Ramadhan

Ada satu hadist yang berbunyi :
Rasulullah –Shallallaahu 'Alaihi Wa 'Ala Alihi Wa Sallam bersabda: "Sesungguhnya Umrah pada bulan Ramadhan adalah seperti Haji bersama Aku." (HR. Imam Bukhari dengan Fathul Baari 4/74 dll). Berdasarkan hadits tersebut, tak heran kalau banyak masyarakat yang berusaha melakukan umrah di bulan Ramadhan. 
Untuk Informasi dan Konsultasi Umrah Ramadhan, hubungi : Rahmad Arifudin 021- 40487788
Share:

Energy Thawaf bagi Kesehatan

Thawaf merupakan rukun yang tidak bisa ditinggalkan, dalam praktik ibadah haji dan umrah. Selain sebagai ibadah, thawaf memiliki keutamaan dan energi yang sangat dahsyat. Adapun efeknya, hanya bisa dirasakan oleh masing-masing individu sesuai kualitas dan pengalaman ibadahnya.

Contohnya ialah sebagaimana diungkapkan oleh Zainurrofieq di dalam bukunya, Mukjizat Ka'bah . Di dalam bab Thawaf, ia bercerita sebagai berikut.

"Di dalam perjalanan ibadah umrah, saya dipertemukan dengan seorang kyai yang sedang melakukan kebiasaan yang tidak lazim di Masjidil Haram. Namun, saya justru melihatnya sebagai kebiasaan yang luar biasa. Ia selalu melafalkan doa dan daftar cita-cita atau harapannya dalam satu kali thawaf.

Saat saya bertemu dengannya, ia baru melaksanakan thawaf yang ketiga puluh tujuh. Berarti, ia telah melakukan 259 putaran (37 x 7 = 259). Setiap selesai tawaf sebanyak tujuh keliling, ia akhiri dengan shalat dua rakaat. Kemudian dilanjutkan tawaf lagi dengan niat baru. Begitu seterusnya.

Pelaksanaan tawaf itu hanya terpotong saat shalat dan perutnya sudah terasa lapar. Bahkan, ia pernah hampir 24 jam penuh melakukan thawaf, kecuali saat shalat. Ia menyatakan, dengan kebiasaannya ini, segala yang ia inginkan ketika pulang dari Tanah Suci, alhamdulillah selalu tercapai dan berhasil."

Ibadah thawaf adalah salah satu ibadah istimewa dalam pelaksanaan ibadah haji. Sangat pantas apabila Pak Kyai itu sangat memanfaatkan keberadaannya di Tanah Suci untuk melakukan thawaf sambil berdoa dan mencurahkan semua keinginannya kepada Allah SWT. Pasalnya, siapa pun yang melaksanakan tawaf, akan merasa sangat dekat dengan Allah SWT.

Dikisahkan bahwa ibadah pertama kali yang dilakukan Nabi Adam setelah turun dari langit adalah thawaf. Lalu, para malaikat menemuinya sambil berkata, "Semoga ibadahmu mabrur wahai Adam, dan kami pun telah melakukan tawaf di Baitullah ini sejak dua ribu tahun sebelum kamu." Demikian diceritakan Muhammad bin Munkadir.

Begitu pula ketika para malaikat merasa bersalah karena telah membantah Allah SWT, mereka segera berthawaf untuk menebus kesalahannya. Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa melakukan thawaf di Baitullah maka Allah akan mencatat kebaikan dan menghapuskan satu keburukan bagi setiap langkahnya." (HR Al Azraqy).

Dalam Hadits yang lainnya, Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya pada setiap hari, Allah menurunkan 120 rahmat, 60 untuk orang-orang yang berthawaf, 40 untuk orang yang shalat, dan 20 lagi untuk orang yang memandangi Ka'bah." (HR Al Azraqy)

Di dalam lafaznya, makna kebaikan dan rahmat masih bersifat umum. Kebaikan ini meliputi kebaikan dunia, akhirat dan lahir - batin. Kebaikan ini bisa berupa energi dahsyat yang memancarkan kekuatan pada diri Anda. Karenanya, segala aspek yang akan menghalangi keinginan, cita-cita, dan kesuksesan Anda menjadi luluh.

Ka'bah adalah sebagai pusat konsentrasi ibadah shalat, karena menjadi arah kiblat. Ka'bah juga telah mendapatkan perlakuan istimewa dari Allah dan makhluk-makhluknya.

Di dalam buku yang lain di ceritakan juga sejarah Ka,bah. Tidak pernah ada seorang pun yang berhasil ketika hendak berbuat jahat terhadap Ka'bah. Bahkan, jika ada orang yang hendak berbuat zalim terhadap kita, berlindunglah kepadanya. Karena sesungguhnya Ka'bah memunyai pemilik yang akan mendengarkan keluhan dan masalah yang kita alami.

Oleh sebab itu, bagi Anda yang berkesempatan melaksanakan haji atau umrah, perbanyaklah thawaf. Thawaf ibarat pintu yang akan menghantarkan Anda ke ruang rahmat, kebaikan, dan pengabulan doa Anda.
Share:

Postingan Populer

Label

Arsip Blog

Umroh Promo by Emirate

Umroh 9 hari dari Ternate by GARUDA

Umroh 12 Hari by GARUDA

WhatsApp Kami