• 🏆 Haji Plus 2026

    Wujudkan impian berhaji lebih cepat bersama travel yang amanah dan terpercaya.

  • 🕋 Umroh 2026

    Pilihan paket lengkap dengan harga terbaik, maskapai premium, hotel nyaman, dan pelayanan maksimal.

  • ⭐ Mengapa Memilih Kami?

    Legalitas resmi - Berpengalaman - Ribuan jamaah - Harga transparan - Pembimbing profesional - Pelayanan hingga pulang

  • 📖 Panduan Haji Dan Umroh

    Persyaratan pendaftaran, perlengkapan yang perlu dibawa, doa, manasik, hingga tips selama berada di Tanah Suci.

  • 📱 Konsultasi Dan Pendaftaran

    Masih ada pertanyaan? Hubungi tim kami sekarang. Konsultasi gratis dan dapatkan informasi paket Haji Plus maupun Umroh yang sesuai kebutuhan Anda.

Tips Menata Barang Bawaan Saat Berhaji

Melakukan perjalanan selama sebulan membutuhkan cukup banyak bekal. Meski bekal terbaik adalah takwa, bekal kebutuhan sehari-hari penting juga untuk dipenuhi.

Untuk memudahkan penataan barang-barang bawaan saat haji, pihak penerbangan menyediakan 3 macam tas untuk setiap calon jamaah ONH plus haji. Ketiga tas tersebut berupa 1 Tas Paspor, 1 Tas Tentengan, dan 1 Tas Koper. Inilah tas-tas yang wajib dibawa. Jamaah haji tidak diperbolehkan membawa selain ketiga tas tersebut, kecuali tas kecil bagi jamaah haji wanita.

Pembatasan jumlah tas ini dimaksudkan agar mempermudah aktivitas perjalanan haji. Di samping itu, pembatasan ini juga berguna untuk menghindari hilangnya barang bawaan karena terselip dan lupa. Nah, ketiga macam tas tersebut akan diperoleh jamaah haji lewat Depag setempat setelah melunasi BPIH.

Beragam jenis barang yang dibawa tentunya cukup menguras otak. Bagaimana menempatkannya dalam ketiga macam tas tersebut. Memang, salah menempatkan bisa membuat urusan di jalan menjadi tidak nyaman. Sebagai contoh, tas koper haji akan dibawa tersendiri ke maktab masing-masing. Adapun yang dibawa jamaah adalah tas tentengan dan tas paspor.

Agar tidak bingung menempatkannya, berikut ini tips penataan barang bawaan sesuai dengan tas yang telah ditetapkan oleh pihak penerbangan. Penataan ini bersifat pilihan saja, tidak mengikat, dan bisa disesuaikan dengan barang yang dibawa jamaah haji.

Barang bawaan di Tas Paspor jamaah haji

1. Foto Copy BPIH & Kartu Keluarga, masing-masing 1 lembar.
2. Buku Doa Manasik, 1 buah.
3. Uang, seperlunya.
4. Pas Foto ukuran 3 x 4, 4 lembar.
5. Balpoin, notes untuk catatan, serta nomor telepon penting, masing-masing 1 buah.

Barang bawaan di Tas Tentengan
1. Seragam Haji Nasional, 1 stel.
2. T-Shirt/ Daster/ Baju tidur, 1 stel.
3. Sarung/ Mukenah, 1 stel.
4. Sajadah tipis, 1 stel.
5. Pakaian dalam, secukupnya.
6. Peralatan mandi: sabun, sikat gigi, pasta gigi, handuk kecil, 1 stel.
7. Buku Manasik dan doa sesuai dengan tuntunan Rasulullah.
8. Obat-obatan penting, secukupnya.
9. Kamera tustel/ digital dan Baterai, secukupnya.
10. Sandal jepit, 1 pasang.
11. Kain Ihram dan sabuk/Baju Ihram (untuk jamaah Gelombang II), 1 stel.

Barang bawaan di Tas Koper

1.      Baju muslimah/ Baju takwa, 3 stel.
2.      Celana panjang (sirwal), 2  stel.
3.      Celana pendek, 1 stel.
4.      Celana dalam (CD)/ Kaos dalam/ Singlet, secukupnya.
5.      T-Shirt/ Kaos/ Daster, 2 stel.
6.      Sandal jepit, 2 pasang.
7.      Piring, Gelas, Sendok, 1 set.
8.      Kain Ihram, 3 helai.
9.      Baju Ihram untuk Ibu-ibu (diutamakan warna gelap), 2 stel.
10.      Sabuk hijau/ ihram, 1 buah.
11.      Hanger/ Jepit pakaian/ Peniti, Karet gelang, Tas kresek, secukupnya.
12.      Sarung/ Mukenah, 1 buah.
13.      Tali plastik/Tampar (bikin jemuran), 15 meter.
14.      Paku beton (untuk membuat centelan di kamar), 5 buah
15.      Gunting kecil dan/atau alat potong kuku, alat cukur kumis, masing-masing 1 buah.
16.      Bahan makanan kering (Dendeng, abon, sambal goreng tempe, mi instan, bumbu pecel, saos

sambel, kecap, saos tomat, kopi instan, susu sachet, teh, gula, dll.), secukupnya.
17.      Obat-obatan umum dan sesuai ketluhan, secukupnya.
18.      Lampu senter, 1 buah.
19.      Payung lipat kecil, 1 buah.
20.      Perlak atau alas plastik untuk wukuf, 2 meter.
21.      Pisau dapur untuk suami / istri cukup, 1 buah.
23.      Selotip besar/ Lakban, 1 buah.
24.      Deterjen, sabun cuci piring, sikat baju, dan spon,secukupnya.
25.      Tissu, kain serbet, secukupnya.
26.      Sambungan kabel, rol film, baterai, spidol besar, cukup 1 per regu.
27.      Jarum benang, benang, 1 per regu.
28.      Palu untuk satu rombongan, 1 buah.
29.      Termos air panas kecil untuk di mudzdalifah, 1 buah.
Share:

Hukum Menggunakan Dana Talangan Untuk Haji dan Umroh


Semoga Allah memberikan rahmat untuk kita semua
  1. Kalau didudukkan perkaranya, maka Talangan paket haji adalah upaya untuk membuat seseorang memiliki kemampuan untuk berhaji.
  2. Persoalannya adalah apakah talangan haji masuk katagori berhutang?. Jelas masuk katagori berhutang. Dalam hal ini berlaku padanya hukum untuk meminta ijin kepada yang memberikan hutang jika ia mau berangkat haji. Faktanya justru pihak bank yang memberikan fasilitas, berarti ia telah mengijinkan.
  3. Jika demikian dalam kasus talangan haji ini
    a. Jika sesorang secara financial memiliki kepastian untuk membayar talangan dimasa yang akan datang, misalnya karena gaji yang cukup, atau penghasilan lain yang stabil, dan sudah barang tentu masuk dalam perhitungan bank pemberi talangan, maka baginya dapat dikatagorikan sebagai mampu untuk berhaji.
    b. Tapi jika ia tidak memilki kepastian melunasinya dan tentu bank tidak akan memberikan talangan pada nasabah yang demikian itu, ia belum dikategorikan sebagai mampu berhaji.
  4. Persoalan lain mungkin muncul yakni apakah seseorang disarankan untuk mencari talangan agar dapat segera berhaji, jawabannya, secara hukum tidak disarankan karena pada saat itu sebenarnya ia belum mampu (lihat al-fiqh al-Islami : 3/2085), Tetapi secara adab dan ketaqwaan bisa saja dengan catatan ia memiliki kecukupan untuk melunasinya dari gaji.

=== Haji Plus, Umroh
    Share:

    Mengenal Lebih Dekat Para Pembimbing Haji dan Umrah

    Ibadah umroh lebih afdol bila disertai oleh pembimbing yang sudah paham benar ajaran agama. Untuk itulah kami selalu menaruh perhatian besar saat memilih pembimbing umroh. Siapa saja mereka? Ini dia profil mereka yang akan ditulis dalam dua seri tulisan.

    Yang pertama kita kenalkan adalah Uje! Siapa yang tak kenal Uje? Seorang pendakwah atau ustad yang selalu tampil dengan bahasa dakwah khas anak muda sampai-sampai dijuluki sebagai ustad gaul! Ya, dia adalah Ustad Jeffry Al Buchori yang memiliki nama populer Uje alias Ustad Jefri.

    Pria kelahiran Budi Rahayu Jakarta, 12 April 1973 ini merupakan anak ketiga dari lima bersaudara pasangan Alm. H. Ismail Modal dan Ustz Dra. Hj. Tatu Mulyana. Sejak kecil telah mendapat pendidikan Islam yang kuat. Saat duduk di bangku sekolah kelas 3-5 SD meraih prestasi MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an) sampai tingkat provinsi. Setelah lulus SD, bersama kedua kakaknya, Alm. Ust. H. Abdullah Riyad dan Ust. H. Aswan Faisal, bersekolah di Pondok Pesantren Daar el-Qolam Gintung, Jayanti Balaraja, Tangerang. Tak segan-segan Uje mengisahkan bahwa dirinya termasuk anak bandel saat berada di pesantren.

    Seringkali saat teman-temannya menunaikan salat, ia diam-diam tidur atau kabur dari pesantren untuk main dan nonton di bioskop. Sampai akhirnya Uje dikeluarkan dari pesantren. Dia hanya betah di ponpes selama 4 tahun, padahal jika sampai lulus butuh waktu 6 tahun. Uje pun dipindahkan ke Madrasah Aliyah (MA, setingkat SMA). Namun kenakalan Uje justru bertambah. Setamat MA pada tahun 1990, melanjutkan kuliah di akademi broadcasting. Dia bergaul dengan pemakai narkoba dan sering dugem. Bahkan Uje akhirnya tak menyelesaikan kuliah. Pada tahun 1991,
    Uje pernah menjadi dancer di salah satu club. Ia pun ikut casting dan mendapat peran dalam sinetron Pendekar Halilintar. Tahun 1991 menyabet penghargaan pemeran pria terbaik dalam Sepekan Sinetron Remaja yang diadakan TVRI pada 1991. Tahun 1995 bertemu dengan Pipik Dian Irawati, seorang model gadis sampul majalah Aneka tahun 1995 asal Semarang, Jawa Tengah.

    Pada 7 September 1999 mereka menikah secara siri. Dua bulan kemudian mereka menikah resmi di Semarang. Kini buah hati mereka ada 3 orang yaitu Adiba Khanza Az-Zahra, Mohammad Abidzar Al-Ghifari, dan Ayla Azuhro. Hal yang membuatnya bertobat adalah saat dirinya diajak umroh oleh ibu dan kakaknya. Kakak tertuanya alm. Ust. H. Abdullah Riyad mengamanatkan pesan padanya untuk melanjutkan dakwah di Jakarta. Waktu itu alm Ust. H. Abdullah Riyad mendapatkan kepercayaan dari MUIS (Majlis Ugame Islam Singapura) untuk menjadi Imam besar di Masjid Haji Mohammad Soleh Singapura. Singapura.
    Pipik Dian Irawati lah yang menuliskan teks dakwah pertama Uje di Mangga Dua.

    Sejak saat itu Uje mulai berdakwah lewat majelis taklim, mushola, masjid, dan di televisi dengan pengagum dari banyak kalangan. Bahkan sempat membintangi beberapa iklan. Uje juga berdakwah melalui lagu-lagu Islami, antara lain Lahir Kembali yang diluncurkan 2006 berkolaborasi dengan Opick Tombo Ati. Selain itu 2007 juga berkolaborasi dengan Ungu dalam Para Pencari-Mu .

    Ustad Aswan Faisal
    Beliau adalah kakak kandung Ustadz Jefry Al Bukhari (Uje). Suara dan gayanya saat memberikan tauziah sangat mirip. Kalau disandingkan bagai pinang dibelah dua. Ustad Aswan adalah anak kedua dari 5 bersaudara yang lahir dari keluarga da'i. Ibunya seorang pendakwah, yaitu ustadzah Dra. Hj. Tatu Mulyana. Jadi sudah pasti sejak kecil ustadz Aswan mendapat pendidikan Islam yang sangat kuat.

    Kakak tertuanya alm Ustad H Abdullah Riyad, dirinya, dan adiknya Ustad Jefry All Buchori menuruni kepandaian dakwah ibunya. Kakak sulungnya, Alm. ustadz H. Abdullah Riyad, merupakan Imam besar di Masjid Haji Mohammad Soleh, Singapura. Ustadz Faisal sejak lulus sekolah dasar melanjutkan pendidikannya di pesantren Daar El-Qolam di Gintung, Jjayanti Balaraja Tangerang.

    Gaya pendidikan pesantren sangat kuat melekat dalam dirinya, yaitu dengan menjaga sikap tidak boleh sembarangan gaul. Sehingga jarang merasakan hidup di luar dan perangainyapun sangat kalem. Ustadz Aswan sejak kecil bercita-cita menjadi da'i. Saat kedua orang tuanya memasukkannya ke pesatren, bersama kakaknya pun ia menurut.

    Ustadz Aswan Faisal, pernah hadir untuk memberikan siraman rohani dalam acara Media Gathering yang diadakan HM Sampoerna, pada tanggal 10 November 2011 di Graha Niaga, Jalan Jendral Sudirman, Jakarta. Juga melakukan dakwah melalui lagu rohani Isalam berjudul Ya Badratim featuring Ustad Guntur Bumi. Selain itu juga dipercaya untuk memberikan tauziah dalam berbagai Tabliq Akbar.

    Siapa lagi pembimbing umrah dan haji yang dipilihkan untuk Anda? Simak terus tulisan kami akan datang.

    === ONH Plus, Umroh
    Share:

    Postingan Populer

    Label

    Arsip Blog

    Umroh 23 Sept By Saudia

    Umroh Promo by Emirate

    Umroh 9 hari dari Ternate by GARUDA

    Umroh 12 Hari by GARUDA

    WhatsApp Kami