Pola Hidup Sehat
Persyaratan utama untuk menunaikan ibadah haji adalah istithoah (memiliki kemampuan.) Selan kemampuan mempunyai uang untuk membayar ONH juga kemampuan memberi bekal bagi keluarga yang ditinggalkan.
Ibadah haji memang berat ditinjau dari olah fisik . Ada kegiatan ibadah yang dilakukan berulang-ulang dengan menempuh suatu jarak dan hitungan tertentu misalnya thawaf, sa’i dan lempar jumrah. Ada kegiatan ibadah yang harus berada di udara terbuka semalam suntuk yaitu mabit di muzdhalifah dan lain-lainnya. Sekali lagi pola hidup sehat sangat penting.
Pada setiap musim haji, ada joke yang selalu terdengar ” yang tidak batuk hanya ada dua golongan yaitu tiang listrik dan unta “. Hampir semua jamaah terserang penyakit batuk.Tak heran jika disela-sela imam membaca surat Al Fatihah dan surat lainnya, para makmum mengiringinya dengan batuk secara berjamaah.
Para jamaah haji, selain menghadapi cuaca panas juga akan menghadapi musim dingin. Bagi yang tidak biasa, cuaca dingin dapat menyebabkan munculnya gangguan kesehatan antara lain kulit gatal, alergi-timbul bintik merah-merah dikulit yang kalau digaruk nikmat bener rasanya, bibir dan telapak kaki pecah-pecah, dan asma.
Subhanallah. dengan pola hidup sehat semoga kita bisa melaksanakan ibadah haji dengan lebih sehat dan segar sepanjang hari.
Tips sehat Sebelum Wukuf
Selama menjalankan ibadah Haji, Jamaah disarankan selalu memakai masker demi kesehatan yang telah disediakan. Penting untuk diingat bahwa puncak haji adalah wukuf di Arafah. Tanggal 9 Dzulhijjah merupakan puncak ibadah haji dan wukuf adalah sebesar-besar rukun haji yang menentukan sah atau tidaknya ibadah haji. Rasulullah Saw bersabda : ” Haji adalah (wukuf ) di Arafah “ (HR.Bukhari dan Muslim). Oleh karenanya semua jamaah haji harus berkumpul dan melaksanakan wukuf di Arafah dalam keadaan apapun, termasuk jamaah haji yang sakit. Bagi yang sakit akan disiapkan Safari Wukuf dengan ambulance, tandu, dan kursi roda. Oleh karena itu selama menjalankan ibada haji Jamaah perlu selalu menjaga pola hidup sehat agar semua kegiatan bisa dilakukan dengan baik dan benar.
Tips Sa'i
Setelah selesai tawaf kita menuju area sa’i. Jarak tempuh sa'i adalah sekitar 3,5 kilometer. Dimulai dari Safa, jalan menuju Marwah, lalu kembali ke Safa (terhitung dua kali). Jadi setelah 7 kali akan berakhir di Marwah. Jangan lupa berlari kecil (bagi laki-laki) di antara pilar hijau.
- Selama Sa’i boleh dilakukan tidak dalam keadaan wudhu
- Sa'i dilakukan sambil kita terus berdo'a. Jangan khawatir jika terasa haus, banyak kran air zamzam dengan gelas plastik, gratis untuk diminum.
- Jika perlu bawalah botol air kecil untuk menyimpan air zamzam
- Tersedia jasa pendorong kursi roda. Untuk biaya sewa kursi roda 100 SR, sedangkan untuk sewa dan jasa dorong sekitar 250 SR termasuk tawaf.
- Pada saat melewati Safa, akan ada banyak orang berhenti dan berdo'a. Sehingga biasanya agak macet. Infokan pada group anda agar saling bergandengan tangan.
- Jika terdengar adzan, teruskan sa'i hingga iqamat. Lalu ikuti salat berjamaah.
Persiapkan diri anda untuk berjalan kaki cukup jauh. Sebab pada musim haji, bis parkir di lokasi yang jauh dari Masjid.













