Air Zamzam sebagai Oleh-oleh Haji dan Umrah

Air Zamzam sebagai Oleh-oleh Haji dan Umrah

Setiap jamaah haji dan umrah pasti mengetahui air zamzam. Air ini sangat identik dengan Masjidil Haram, bahkan Arab Saudi. Air zamzam ini tersedia melimpah tidak hanya di Masjidil Haram, tapi juga di Masjid Nabawi di Madinah, dan berbagai tempat yang lain.

Air zamzam seakan menjadi oleh-oleh yang wajib dibawa oleh jamaah haji atau umrah ketika pulang ke tanah air. Setelah selesai thawaf, memang disunnahkan untuk meminum air zamzam. Sumur air zamzam terletak di belakang Maqam Ibrahim sehingga para jamaah harus masuk ke dalam sumur untuk mendapatkan air itu. Saat ini, sumur tersebut telah ditutup untuk memperluas area thawaf. Sebagai gantinya, telah disediakan puluhan kran yang memudahkan bagi jamaah untuk mendapatkan air istimewa itu.

Bagi para jamaah haji atau umrah,rasanya kurang lengkap jika selama menjalankan ibadah haji atau umrah tidak meminum air zamzam. Bahkan, air zamzam tidak hanya diminum di,Makkah, tapi mereka pun tak lupa membawa air zamzam ini sebagai oleh-oleh khusus ketika mereka pulang ke tanah air masing-masing.



Air Zamzam yang Misterius

Air zamzam berasal dari sebuah sumur di dekat Ka’bah,tepatnya dari mata air zamzam yang terletak sekitar 20 meter di sebelah tenggara Ka’bah. Menurut sejarah, sejak ribuan tahun yang lalu,mata airnya tidak pernah kering,padahal berjuta-juta,bahkan bermiliar-miliar liter air telah dibawa pulang oleh para jamaah haji untuk oleh-oleh ke negara asal mereka setiap tahunnya. Selama 24 jam airnya dipompa dan diambil para jamah, namun air zamzam tidak pernah kering.

Sumber air zamzam tidak tergantung kepada turunnya air hujan,melainkan pada struktur geologi tertentu yang sangat misterius. Belum pernah ada satu daerah pun di belahan bumi ini dapat ditemui memiliki mata air, seperti mata air sumur zamzam ini.

Sumur zamzam mempunyai sejarah yang tidak dapat dipisahkan dengan istri Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar dan putranya, Ismail As. Sewaktu Ismail masih bayi, keduanya kehabisan air untuk diminum. Siti Hajar seperti elihat air di Bukit Shafa dan Bukit Marwah,lalu ia mendatangi tempat tersebut,namun ia tidak berhasil menemukan air setetes pun. Kedua tempat itu hanyalah lembah pasir dan bukit-bukit yang tandus dan tidak memiliki sumber air, serta belum didiami manusia selain dirinya dan Ismail.

Setelah bolak balik hingga sebanyak tujuh kali antara bukit Shafa dan Marwah, tiba-tiba Siti Hajar mendengar suara sesuatu,lalu ia menuju arah datangnya suara itu. Alangkah terkejutnya ia, ternyata suara itu berasal dari air yang memancar sangat deras dari dalam tanah tak jauh dari kaki Ismail yang sedang menangis. Demikianlah menurut sejarah asal mula terjadinya air zamzam.
Previous
Next Post »
0 Komentar